Warga Panik Jelang Magrib Puting Beliung Landa Langkahan

SHARE


LHOKSUKON – Lima kepala keluarga (KK) di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat (16/8) menjelang magrib tersentak serta panik saat mendengar hantaman keras di bagian atap rumah.
Bahkan, dalam waktu hampir bersamaan, atap rumah mereka diterbangkan angin. Belakangan, warga baru mengetahui kalau tempat tinggal mereka menjadi sasaran puting beliung. Sehingga, rumah warga rusak parah akibat kejadian tersebut.
Seperti diketahui, dalam tiga bulan terakhir ini, beberapa kecamatan di Aceh Utara kerap menjadi sasaran terjangan angin puting beliung. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Paya Bakong, Meurah Mulia, Dewantara, Simpang Keuramat, Baktiya, dan Tanah Jambo Aye. Bahkan, diprediksikan angin kencang ini akan terus terjadi sampai beberapa hari ke depan di enam kabupaten/kota di Aceh.
Penjabat Keuchik Langkahan, Abdul Latif kepada Serambi menyebutkan, sebelum kejadian tersebut terjadi, warga sedang berada dalam rumah masing-masing. Karena, sebelum terjadi musibah, kawasan itu juga dilanda angin kencang. Lalu, tiba-tiba angin putiung beliung menerjang sejumlah rumah warga.
Rumah warga yang rusak yakni Yusri, Nur Azizah, M Jamil, Ibrahim, dan Zaini Abdullah. “Korban yang sedang berteduh dalam rumah tersentak ketika mendengar suara atap copot, dan lalu diterbangkan angin. “Dalam kondisi panik, warga langsung menyelamatkan keluarganya,” ujar Abdul Latif.
Selepas musibah, warga keluar dari rumahnya. Tapi, tiba-tiba kawasan itu diguyur hujan deras sehingga semua barang dalam rumah ikut basah.  “Rumah Yusri bagian atap seng diterbangkan angin. Sedangkan rumah Ibrahim tertimpa pohon yang tumbang,” lapor Pj Keuchik.
Selain itu, tiang listrik juga patah terkena pohon yang tumbang. Akibatnya, aliran listrik sempat padam. Beruntung, malam itu juga tiang besi langsung diganti sehingga suplai listrik kembali normal. “Setelah kejadian, warga langsung membantu memperbaiki rumah korban, supaya tak perlu mengungsi,” ungkap Abdul Latif.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Drs Amir Hamzah kepada Serambi mengaku, sudah menerima laporan dari camat terkait musibah tersebut. Kemungkinan besok atau lusa, timnya akan meninjau ke lapangan untuk mendata tingkat kerusakannya supaya dapat ditindaklanjuti sesuai standar yang pernah dilakukan.
“Setiap korban yang rumahnya rusak akan kita data seperti sebelumnya. Karena, dalam dua bulan terakhir ini sudah beberapa kali terjadi angin kencang dan puting beliung,” pungkas Amir Hamzah.
SHARE