Wanita Korban Hipnotis di Abdya Belum Bersedia Beri Keterangan ke Polisi, Ini Alasan Suaminya

SHARE


BLANGPIDIE – Kasus hipnotis yang diduga menimpa, Husnita (35), Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Dusun Alue Trieng Gadeng, Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Senin pekan lalu, hingga Rabu (28/8/2018) belum ada perkembangannya. 
Kepolisian terkendala mengungkapkan kasus dugaan hipnotis tersebut, karena korban sepertinya enggan memberi keterangan kepada polisi.
Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK melalui Kapolsek Manggeng, Iptu Barmawi SE kepada Serambinews.com, Rabu mengakui kasus tersebut belum ada perkembangan lebih lanjut.
Sebab, korban belum bisa diambil keterangan.
“Suami korban dan korban sudah beberapa kali kita panggil ke Polsek untuk diambil keterangan, tapi yang bersangkuatan tak mau datang. Suami korban mengatakan istrinya masih belum sehat,” kata Kapolsek Manggeng, Iptu Barmawi SE.
Keterangan dari pihak korban sangat diperlukan polisi sebagai bahan penyelidikan untuk mengungkap dugaan kasus hipnotis tersebut.
“Bagaimana kronologis kejadiannya, bagaimana ciri-ciri pelaku, dan apakah benar ada uang dan emas perhiasan yang berhasil diambil pelaku,” kata Kapolsek.  
Begitu pihak kepolisian tetap mengharapkan, bila kondisi korban sudah memungkinkan, agar bersedia diambil keterangan oleh aparat kepolisian.
“Kita sudah meminta kepada suaminya agar istrinya bersedia diambil keterangan,” tambah Iptu Barmawi SE.
Sementara itu dari informasi diperoleh Serambinews.com, karena korban belum memberi keterangan kepada polisi setelah lebih sepekan, sehingga menimbulkan keraguan di pihak masyarakat tentang kebenaran terjadi peristiwa hipnotis yang menimpa ibu rumah tangga tersebut.
“Jangan-jangan, ibu tersebut berhalunisasi,” kata seorang warga Abdya. 
Seperti diberitakan, Husnita (35), warga Dusun Alue Trieng Gadeng, Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah, Kabupaten Abdya,  diduga menjadi korban hipnotis orang bercadar bersama seorang laki-laki di kawasan Keude (Pasar) Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kecamatan Manggeng, Senin (19/8/2019) siang, lalu.
Kabar berkembang, pelaku berhasil menguras uang dari korban puluhan juta rupiah, berikut emas perhiasan 4 mayam.
Namun, jumlah uang berhasil dibawa kabur pelaku hipnotis masih simpang siur.
Ada yang menyebut Rp 15 juta ditambah 4 mayam emas perhiasan.
Kabar lain menyebutkan Rp 35 juta, terdiri dari Rp 15 juta uang kontan ditambah Rp 20 juta ditarik dari buku rekening bank serta 4 mayam emas perhiasan.
Informasi sementara yang diperoleh polisi,  bahwa IRT tersebut korban hipnotis di Keude Manggeng, tapi ibu tersebut ditemukan di Puskesmas Babahrot, Kecamatan Babahrot.
Husnita dalam kondisi trauma berat dan tidak bisa diajak bicara diantar sopir labi-labi ke Puskesmas Babahrot, Abdya, Senin (19/8/2019) siang.
Saat diantar ke Puskesmas Babahrot, Husnita memakai blus warna hitam dengan motif bunga bagian depan dan jilbab warna merah jambu.
Wanita ini diantar ke puskesmas oleh sopir labi-labi trayek Blangpidie-Babahrot sekira pukul 12.45 WIB karena tidak sadarkan diri ketika berada di dalam angkutan labi-labi.
Wanita ini naik labi-labi bersama penumpang lain Kota Blangpidie tujuan Babahrot.
Namun dalam perjalanan sempat tidak sadar diri dan terlihat seperti mengalami trauma berat.
Lalu, sopir labi-labi berinisiatif membawa wanita tersebut ke Puskesmas Babahrot untuk mendapat penanganan secara medis.
Tidak lama kemudian, petugas medis puskesmas setempat melapor ke Polsek Babahrot.
Petugas medis segera memberikan pertolongan, namun wanita ini sulit diajak bicara dan anggota tubuh sulit bergerak.
Iptu Rizal Firmansyah saat itu masih menjabat Kapolsek Babahrot menduga kalau Husnita menjadi korban hipnotis.
Dugaan ini karena wanita itu bisa menulis di atas secarik kertas yang disediakan petugas puskesmas.
Husnita menulis dalam bahasa Aceh untuk menggambarkan kondisi yang dialaminya, meskipun kalimatnya tidak teratur.
Berikut ini tulisannya; “Na ureung meucadar ngon agam, dimarit ngoen loen dilake peng ngoen buku rekening (Ada orang bercadar dengan laki-laki, bicara dengan saya mita uang dan buku rekening). Phon (pertama) 20 juta + 15 juta”.
“Meurumpok ngoen gop meucadar na moetoe mirah bak jalan (Bertemu dengan orang bercadar ada mobil merah di jalan). Loen jak ngoen Honda di Manggeng (Saya pergi dengan honda/Sepeda motor di Manggeng),” demikian yang ditulis Husnita.
Setelah ditangani secara medis di Puskesmas Babahrot, menurut Kapolsek Iptu Rizal Firmansyah,  wanita tersebut dibawa pulang anggota keluarganya ke Dusun Alue Trieng Gadeng, Desa Kayee Aceh, lembah Sabil untuk berobat alternatif.
Informasi berkembang diperoleh Serambinews.com bahwa pelaku hipnotis yang bercadar dan seorang laki-laki berhasil menghipnotis Husnita sehingga menguras uang kontan sejumlah tidak kurang Rp 15 juta dan emas perhiasan berat 4 mayam.
Informasi lain menyebutkan jumlah uang dikuras mencapai Rp 35 juta, terdiri dari Rp 15 juta uang kontan ditambah Rp 20 juta ditarik dari buku rekening bank serta 4 manyam emas perhiasan.
Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah benar ada uang berikut emas perhiasan yang diambil pelaku.
Dan, apakah ada uang yang ditarik dari buku tambungan pelaku (rekening).
Belum ada kejelasan, karena Husnita yang disebut-sebut korban hipnotis itu belum memberi keterangan kepada polisi.  
Selain itu, juga belum diperoleh  keterangan bagaimana Husnita bisa sampai di Kota Blangpidie, kemudian  naik angkutan umum jenis labi-labi menuju Babahrot.
Sedangkan, lokasi korban terkena hiptotis di Pasar Manggeng, Kecamatan Manggeng.
Dalam hal ini, ada yang menduga bahwa Husnita dalam kondisi tidak sadar dibawa pelaku hipnotis dengan mobil dari  Pasar Manggeng menuju Kota Blangpidie.
Kemudian ditinggal di kota dagang itu setelah menguras barang berharga milik korban.
Husnita dalam kondisi kurang sadar naik angkutan umum jenis labi-labi jurusan Blangpidie-Babahrot.
Tapi dalam perjalanan tidak sadar diri (pingsan), kemudian sopir angkutan labi-labi mengantarkannya ke Puskesmas Babahrot yang lokasinya sebelum Pasar Babahrot.  
Sempat Pulang ke Rumah
Sementara itu seorang laki-laki yang mengaku sebagai suami Husnita ketika dihubungi Serambinews.com, beberapa saat setelah kejadian menjelaskan istrinya itu masih dalam kondisi trauma berat dan belum bisa diajak bicara. 
“Masih belum bisa bicara, kaki pun belum bisa digerakkan,” kata laki-laki tersebut.
Dia menjelaskan, Senin pagi, istrinya itu pergi ke Keude Manggeng dengan mengendarai sepmor untuk berbelanja barang dagangan usaha kios di samping rumahnya di Dusun Alue Trieng Gadeng.
Sedangkan suaminya itu mengaku telah  berangkat kerja.
Tapi dari informasi diperoleh suaminya bahwa  sang istrinya, Husnita sempat pulang ke rumah.
Kemudian mengambil uang Rp 15 juta dan emas perhiasan 4 mayam, termasuk buku tabungan pada Bank BRI.
“Saya tak tahu persis apakah uang Rp 15 juta sudah diserahkan kepada pelaku hipnotis, dan apakah uang dalam buku tabungan sempat ditarik atau belum. Saya belum cek karena sekarang sangat sibuk,” kata laki-laki tersebut. 
Dia mengaku sibuk karena sang istri masih trauma dan belum bisa diajak bicara. 
Dia minta dihubungi nanti. Tapi, ketika dihubungi Serambinews.com melalui telepon berulang kali sejak Senin malam sampai Selasa siang, laki-laki yang mengaku suami dari Husnita itu tidak mengangkat telpon. (*) 
SHARE