Suami Tega Siram Wajah Istri dan Anaknya dengan Soda Api, Kini Penglihatan Korban Terganggu

SHARE


BANDA ACEH - Personel Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, menangkap Azrul (40) pria asal Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (24/8/2019) dini hari, sekitar pukul 01.45 WIB.
Tersangka dilaporkan telah penganiayaan dengan cara menyiram cairan soda api--sejenis air keras--ke wajah Julaian (35) tak lain adalah istri dari tersangka Azrul.
Bahkan bukan hanya itu saja, cairan soda api yang diciprakkan oleh tersangka dari sebuah wadah botol air minum tersebut juga mengenai tubuh serta bagian kaki anak laki-laki korban dan tersangka yang masih berusia sekitar 5 tahun.
Akibat tindakan dari tersangka Azrul, kini kondisi wajah korban Julaiain, melepuh dan alami luka parah.
Lalu, bagian mata sebelah kanan ibu rumah tangga itu sudah tidak dapat melihat dengan jelas (berbayang).
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK SH mengatakan bukan hanya kali ini saja tersangka Azrul tega melakukan tindakan fatal yang menyiramkan cairan soda api ke wajah istri dan anaknya.
Tapi, penganiayaan yang dilakukan tersangka Azrul terhadap istrinya itu sudah kerap terjadi. Karena, tindakan kali ini betul-betul di luar batas kewajaran, sehingga kasus penganiayaan itu pun dilaporkan ke polisi.
"Tersangka diringkus di Gampong Lamsepeung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, dibawah pimpinan Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufal STrK bersama sejumlah anggotanya," kata Kasat Reskrim AKP Taufiq kepada Serambinews.com, Senin (26/8/2019).
Menurutnya saat penangkapan yang dipimpin oleh Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda dan anggotanya, pada Sabtu (24/8/2019) dini hari itu pelaku tidak melakukan perlawanan dan tersangka langsung digiring ke Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Penyiraman cairan soda api ke wajah istri dan mengenai tubuh dan kaki anaknya itu terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, di sekitar areal Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh dan keesokan harinya langsung dilaporkan ke Polresta," pungkas AKP Taufiq.(*)
SHARE