Solidaritas Warga Sidomulyo Patut Dicontoh, Begini Ceritanya

SHARE


LHOKSUKON – Pasangan suami istri asal Sidomulyo Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara Anwar (50) dan Ainsyah (42) tersentak ketika mendapati rumah berkonstruksi kayu miliknya sudah berubang menjadi arang, Minggu (25/8/2019) sore.
Tak ada yang tinggal, selain baju di tubuhnya.
Keduanya langsung mencari dua anaknya yang ditinggalkan dalam rumah tersebut sebelum pergi ke kebun sawit.
Keduanya, Rajis Mahendra (16) dan Rehan Al Fajri (11).
Ternyata keduanya, sedang bermain di rumah kakaknya, Rina Safitri (21), yang sudah berkeluarga dan menempati rumah sendiri di samping rumah orang tuanya.
Setelah mendapat informasi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Utara Drs Amir Hamzah pada Senin (26/8/2019) mendatangi ke lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan masa panik.
Pihak BPBD Aceh Utara juga terkejut bercampur kagum, setelah melihat di lokasi sudah dibangun kembali kerangka rumah.
“Keliatannya korban masih trauma setelah kebakaran rumah kesayangannya. Matannya berkaca-kaca saat bercerita kejadian kebakaran rumah tersebut,” ujar Kalak BPBD Aceh Utara Amir Hamzah kepada Serambinews.com, Selasa (27/8/2019).
Menurut Informasi dari anak korban, sumber api diduga berawal dari konsleting pada cok Rice Cooker.
“Tidak ada korban jiwa saat kejadian, hanya saja harta benda berupa peralatan, ijazah anak, pakaian ludes terbakar,” ujar seorang warga.
Disebutkan, warga sudah berusaha bersama tetangga dan warga dusun setempat untuk menyelamatkan harta benda, tapi tidak terkejar lantaran api terus membesar apalagi rumah berkontruksi kayu ukuran 6 x 7 meter dalam hitungan menit rata dengan tanah.
Setelah kejadian tersebut kata Amir Hamzah, langsung bersama-sama membantu korban dengan membawa kayu, kemudian seng, kemudian daun rumbiya dan paku, serta kebutuhan lainnya.
Lalu dalam waktu yang tak lama, mereka sudah berhasil mendirikan kerangka rumah tersebut.
“Kami salut dengan sikap solidaritas warga di kawasan itu, luar biasa. Mereka langsung bergotong royong membangun rumah dengan bahan dan peralatan yang disumbangkan warga, kami berharap ini menjadi contoh bagi warga lain,” ujar Amir
Mereka juga menyebutkan tak menghubungi lagi Armada Pemadam kebakara (Damkar), karena tak mungkin sempat diselamatkan.
“Kami minta maaf atas kejadian kemarin, Kami tidak menerima informasi, sehingga tidak menugaskan mobil Damkar ikut bersama warga memadamkan api,” pungkas Amir Hamzah. (*)
SHARE