Setelah 7 Hari, Semburan Gas di Aceh Timur Berhenti dengan Sendirinya

SHARE


IDI - Setelah 7 hari sejak 30 Juli lalu, semburan gas bercampur lumpur di sumur bekas PT Asamera dalam areal perkebunan sawit PT PPP, di Dusun Cinta Damai, Gampong Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, dilaporkan sudah berhenti dengan sendirinya.
"Selasa pagi tadi semburannya sudah berhenti," lapor Mukhtaruddin Camat Peureulak Timur, kepada Serambinews.com Selasa sore (6/8/2019).
Selanjutnya, menurut Camat, sumur ini perlu ditutup secara permanen agar tidak lagi dibor secara ilegal.
Sementara itu, Keuchik Gampong Seuneubok Lapang, Idris Yacob, mengharapkan insiden terjadinya semburan gas ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak lagi melakukan pengeboran minyak ilegal yang sangat berbahaya.
"Semoga ke depan pengeboran minyak ilegal ini tidak lagi dilakukan," harap Idris Yacob.
Idris Yacob juga memvideokan kondisi sumur minyak yang sudah berhenti menyemburkan gas, dan membagikannya melalui WhatsApp.
Video itu memperlihatkan tutup kran sumur bekas PT Asamera yang terbuat dari besi telah berlubang.
Diduga pelaku pengeboran ilegal ini sengaja membobol tutup kran besi tersebut dan mengebornya ke dalam sumur tua itu.
"Tutup krannya dibobol, lalu dibor ke dalam sumur menggunakan mesin pengeboran manual. Tapi belum sampai dibor ke dasar sumur, ternyata sudah menyemburkan gas," ungkap Idris Yacob.
Meski semburan gas telah berhenti, namun menurut Idris, masih terdengar suara gemuruh di dalam sumur tersebut.(*)
SHARE