Senpi Bekas Konflik Diperlihatkan

SHARE


BANDA ACEH - Sebanyak 187 senjata api (senpi) bekas konflik yang diserahkan masyarakat kepada Kodam Iskandar Muda (IM) diperlihatkan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa.
Senjata itu dipamer saat Kasad Andika bersama istri Ny Diah Erwiany datang ke Aceh menyapa prajurit TNI Kodam IM, di Lapangan Indoor Jasdam, Banda Aceh, Kamis (29/8). Kedatangan Kasad disambut Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko.
Seusai acara pertemuan dengan prajurit, Kasad Andika menyampaikan apresiasi jajaran Kodam IM yang berhasil menyita senjata bekas konflik dari masyarakat tanpa melalui operasi, melainkan secara suka rela.
"Tadi melihat hasil yang sudah dicapai oleh Kodam IM dan itu bagus sekali. Karena (penyerahan senjata) itu semua atas kesadaran (masyarakat). Paling bagus itu, karena kesadaran bukan karena operasi yang memaksa," katanya.
Senjata-senjata itu disita sejak tiga tahun terakhir atau dari empat kepemimpinan Pangdam IM yang dimulai dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Mayjen TNI Moch Fachrudin, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, dan Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko.
Saat ditanya apakah masih ada masyarakat Aceh yang menyimpan senjata bekas konflik? Kasad Andika mengatakan tidak tahu. Tapi, dia merasa sangat yakin masyarakat yang masih menyimpan senjata bekas konflik akan menyerahkan kepada pihak berwenang. 
"Saya tidak tahu, tetapi saya merasa bahwa masyarakat Aceh begitu tinggi kesadarannya untuk sama-sama melihat situasi (Aceh) yang lebih bagus. Barang-barang yang tidak diperlukan sebaiknya kita serahkan atau tempatkan di tempat yang seharusnya," ujar dia.
Sekadar informasi, sebanyak 187 senjata api bekas konflik yang diperlihatkan kepada Kasad Andika tersebut merupakan senjata yang diserahkan secara suka rela oleh masyarakat Aceh kepada TNI. Senjata tersebut dalam berbagai jenis dan ukuran.  
Saat Pangdam IM dijabat Mayjen TNI Tatang Sulaiman (16 September 2016 - 31 Maret 2017) berhasil mengumpulkan 3 pucuk senjata dan semasa Mayjen TNI Moch Fachrudin (31 Maret 2017 - 9 Maret 2018) sebanyak 34 pucuk senjata.
Sedangkan semasa Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin (9 Maret 2018-31 Juli 2018) sebanyak 32 pucuk dan Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko (Juli 2018- Sekarang) berhasil terkumpul 118 pucuk senjata dengan berbagai jenis.
Kasad Jenderal TNI, Andika Perkasa juga menyampaikan tujuan dirinya berkunjung ke Aceh untuk melihat prajurit di satuan-satuan yang ada di Kodam IM. Dia meminta prajurit Kodam IM untuk membantu pemerintah majukan Aceh. 
"Saya bangga atas prestasi mereka, artinya bukan prestasi dalam satu hal saja, tapi bagaimana mereka juga diterima oleh masyarakat, forkopimda, bekerja sama, sangat membanggakan," ujar Kasad Andika seusai acara, kemarin.
Semua prajurit, pesannya, tetap menjadi diri sendiri dan menjadi bagian dari masyarakat Aceh. "Mereka harus membantu terus masyarakat Aceh dalam meningkatkan taraf hidup atau daya beli. Intinya, kita harus membantu Aceh berkembang," tukas dia
SHARE