Sempat Membuang Kupon, Anak Tukang Bangunan Ini Terpilih Sebagai Pemenang Hadiah Utama Sepeda Motor

SHARE


SIGLI - Saifullah Sulaiman (12), bocah asal Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Minggu (18/8/2019) terpilih menjadi penerima hadiah utama sepeda motor Beat.
Hadiah tersebut diberikan kepada Saifullah pada kegiatan fun bike dan fun walk HUT ke-12 Pidie Jaya dan HUT ke-74 RI di Lapangan Sepakbola Meureudu, Pidie Jaya, Minggu (18/8/2019).
Saifullah anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Sulaiman dan Aisyah itu mulanya sempat membuang kupon, dan memutuskan pulang dari lokasi acara.
Seketika itu harapan hatinya buyar setelah mendengarkan hadiah utama sepeda motor Beat yang diumumkan pembawa acara Agus Agandi jatuh kepada anak Bupati Pidie Jaya.
Namun, tiba-tiba Bupati Aiyub Abbas membatalkan hadiah itu jatuh kepada anaknya Nurul Hidayah.
"Saya mendengar ada pembatalan hadiah, kemudian saya memungut kembali kupon yang telah saya buang itu," kata Saifulah dalam Bahasa Aceh didampingi ibunya Aisyah kepada Serambinews.com, Minggu (18/8/2019).
Murid kelas VI MIN Kuta Simpang Meurah Dua itu menyebutkan, saat anak bupati Nurul Hidayah membacakan kembali nomor kupon untuk hadiah utama, Saifullah langsung mencocokkannya dengan kupon di tangannya.
"Ternyata nomor kupon yang dibacakan itu sama dengan nomor kopon saya. Saya gembira sekali dengan berlari ke arah panggung. Yang kemudian diikuti mamak saya dari belakang," cerita Suifullah sambil duduk di atas sepeda motor.
Aisyah ibu kandung Saifullah kepada wartawan, Minggu (18/8/2019) menjelaskan, dirinya sangat senang mendapatkan hadiah utama sepeda motor.
Sepmor di rumahnya yang digunakan selama ini kondisinya sudah tua.
Dirinya tidak sanggup membeli sepeda motor baru, lantaran suaminya hanya buruh bangunan.
"Saya sangat gembira mendapatkan sepeda motor baru dari kegiatan ini, kami belum pernah membeli sepeda motor baru. Ya sangat bersyukur dan terima kasih kepada Pak Bupati Aiyub Abbas," sebutnya.
Ia menceritakan, dirinya sempat bermimpi makan ketan.
" Tapi, kan itu mimpi. Saya tidak pandai menamsilkan mimpi," kata Aisyah sembari menebar senyum.(*)
SHARE