Sampah Menumpuk di Belakang Pasar Ikan Beureunuen Pidie

SHARE


SIGLI - Sampah plastik menumpuk di belakang pasar Beureunuen, Pidie, Kamis (8/8/3019).
Warga yang tinggal di dekat tumpukan sampah tersebut, hanya pasrah dengan bau busuk yang ditimbulkan sampah itu.
Pantauan Serambinews.com, Kamis (8/8/2019) sampah plastik menumpuk itu belum adanya tanda-tanda akan diambil petugas sampah.
Warga membakar sebagian sampah yang telah menumpuk itu. Bau busuk sampah terasa saat berdiri dengan jarak seratus meter.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Muslim, kepada Serambinews.com, Kamis (8/8/2019) mengatakan, keberadaan tumpukan sampah di belakang pasar Beureunue telah lama.
Petugas kebersihan, sebut Muslim, belum bisa mengambil tumpukan sampah tersebut, lantaran tidak adanya akses jalan ketika dilintasi truk saat menuju tumpukan sampah tersebut.
"Tumpukan sampah itu sudah lama, akibat sampah dibuang warga dari pasar ikan," jelanya.
Ia menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup Pidie akan menggandeng Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pidie, guna mencari solusi penanganan sampah.
Kabid Perdagangan Disperindag-UKM Pidie, Idham, kepada Serambinews.com, Kamis (8/8/2018) mengungkapkan, tugas mengangkut sampah di pasar Beureunuen adalah wewenang petugas kebersihan.
Sebab, kata Idham, Dinas Lingkungan Hidup Pidie telah memungut restribusi sampah.
"Kita juga mengutip restribusi pajak yang dilakukan haria pasar," sebutnya.
Ia menjelaskan, dinasnya berwenang membangun saluran limbah di dalam pasar. Saluran itu yang hilirnya ke Sungai Tiro.
"Kita akan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Pidie dalam penanganan sampah," pungkasnya.(*)
SHARE