Saluran Irigasi Alue Thoe Runtuh

SHARE


BLANGPIDIE - Saluran darurat Irigasi Alue Thoe di Desa Krueng Pantoe, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) runtuh diterjang banjir yang datang tiba-tiba setelah kabupaten itu diguyur hujan lebat, Sabtu (24/8) sore. Dampaknya, suplai air ke ratusan hektare (ha) lahan sawah yang sedang digarap di kawasan tersebut kembali terputus.
"Habis kemarau datanglah banjir," kata Syamsuwir, warga Desa Krueng Pantoe kepada Serambi, kemarin. Ia menjelaskan, guyuran hujan mulai muncul pukul 14.30 WIB, dan sempat mengakibatkan terjadinya banjir luapan di sejumlah kawasan dalam Kecamatan Kuala Batee. Pasalnya, aliran Krueng Pantoe yang semula kering akibat dilanda kemarau, tiba-tiba meluap tak sanggup menambung curahan hujan. Eksesnya, saluran darurat Irigasi Alue Thoe yang terbuat dari papan runtuh diterjang banjir. "Saluran air dari papan sudah runtuh sepanjang 5 meter setelah diterjang banji sore ini (Sabtu sore-red)," ucapnya.
Saluran darurat itu dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya setelah bendungan Alue Thoe hancur bersama saluran air usai diterjang banjir pada Oktober 2018 lalu. "Semula saluran tersebut memang kering akibat kemarau, namun setelah air sungai meluap, debit  air yang masuk ke dalam saluran sangat besar sehingga tidak mampu ditampung saluran dari papan itu, kemudian runtuh," jelasnya.
Dampak dari peristiwa tersebut, beber Syamsuwir, mengakibatkan para petani di Desa Krueng Panto dan Blang Makmur kembali mengalami krisis air. Padahal, sekitar  150 ha areal sawah di kawasan dua desa tersebut sedang digarap untuk Musim Tanam (MT) Gadu 2019. Para petani mengharapkan kerusakan saluran darurat itu agar bisa diperbaiki kembali oleh BPBD Abdya.
Belum ada laporan
Secara terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Abdya, Amiruddin yang dihubungi Serambi. Minggu (25/8), mengaku, pihaknya belum menerima laporan ambruknya saluran darurat Irigasi Alue Thoe di Desa Blang Makmur, Kuala Batee. Namun begitu, ia menegaskan, jika pihaknya akan memperbaiki kembali saluran yang rusak tersebut agar suplai air ke persawahan warga tidak terganggu. "Bila memang sudah rusak, kita usahakan diperbaiki kembali," tukasnya.
Jalan Nasional Ikut Tergenang
Pada bagian lain, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Abdya, Amiruddin, pihaknya banyak laporan dari masyarakat terkait dampak hujan lebat yang mengguyur kabupaten itu pada Sabtu (24/8) petang. Di Kecamatan Kuala Batee misalnya, menurut Amiruddin, derasnya guyuran hujan telah mengakibatkan Sungai Alue Diwi meluap dan merendam badan jalan nasional. "Banjir luapan Sungai Alue Diwi itu menggenangi badan jalan sepanjang 80 meter dengan ketinggian antara 20 sampai 50 centimeter," tukas Yong Radat, warga yang membuka usaha tidak jauh dari lokasi banjir itu kepada Serambi, Minggu kemarin.
Bila diguyur hujan lebat, sejumlah titik Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan di kawasan Abdya memang rawan tergenang. Antara lain, Jalan Nasional di kawasan Desa Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie, Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan, lokasi perbatasan Desa Cot Ba'U dengan Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, dan Desa Ie Mierah atau lokasi Simpang menuju Terangun, Kecamatan Babahrot.(nun)
SHARE