Ruang Kelas SDN 5 Meureudu Direhab, Murid Terpaksa Belajar di Lantai

SHARE


MEUREUDU - Menyusul dilakukannya rehabilitasi beberapa ruang  kelas belajar (RKB) SDN 5 Meureudu, Pidie Jaya, sebagian anak didik terpaksa pindah atau direlokasi ke tempat lain.
Ditargetkan, mereka menempati gedung lama bekas kantor bupati paling lama dua bulan.
Sedihnya, sudah kegiatan belajar di lantai sambil tidur-tiduran, ruangan pun luar biasa panas.
Sehingga membuat anak-anak serta guru ‘apoh apah’.
Keluhan tentang ketidaknyamanan dalam proses belajar mengajar  karena ruangannya kepanasan, disampaikan beberapa guru kepada Serambinews,com, Selasa (6/8/2019).
Mereka mengaku sangat kewalahan di lokasi darurat.
“Sudah anak-anak belajar di lantai, kondisinya pun panas bukan kepalang,” kata Murniati, seorang ibu guru.
Murni mengaku, kasihan anaka-anak menulis sambil tidur.
Ditanya kenapa murid harus duduk di lantai dan apa memang tidak ada mobiler (bangku dan kursi), Murni menjelaskan, mobilernya banyak yang sudah rusak dan tak bisa digunakan lagi.
“Sehingga ya…terpaksa beginilah modelnya belajar, kata Murni dibenarkan oleh Syarifah, yang juga seorang pendidik pada sekolah tersebut.
Syarifah menyebutkan, ada tiga lokal murid yang tidak punya bangku dan kursi alias belajar di lantai.
Kadisdik Pijay, Saiful Rasyid MPD yang dikonfirmasi Serambinews,com membenarkan, tiga ruang belajar SDN 5 Meureudu, kini dibongkar untuk direhabilitasi.
Karenanya, untuk sementara dan paling lama dua bulan, anak-anak terapksa harus menumpang pada bangunan bekas kantor bupati yang hanya terpaut sekitar 200 meter dari sekolah.
Saiful membenarkan, saat ini sekolah tersebut kekurangan mobiler sehingga tiga lokal harus belajar di lantai.
“Mobilernya sedang dipesan dan dalam beberapa hari kedepan akan tiba,” imbuh Saiful. (*)
SHARE