Rahmawati, Relawan Jomblo Berprofesi Bides

SHARE


JAGONG - Menjadi seorang relawan tidaklah mudah. Butuh kesabaran, kegigihan, pantang menyerang, dan tangguh. Berbuat hal sekecil apapun yang pasti bisa bermanfaat bagi orang lain.
Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Rahmawati, gadis kelahiran Kubu Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, 1 Agustus 1994. Bidan desa (bides) yang masih jombo itu, baru-baru ini diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS). Namun sayangnya, dara yang aktif sebagai relawan kemanusian itu belum bisa berbakti untuk kampung halamannya.
Pasalnya, Rahma panggilan akrabnya, lulus menjadi ASN Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Tengah. Sejak beberapa bulan lalu, ia mulai bertugas sebagai bidan desa di Kecamatan Jagong, Aceh Tengah. Gadis yang beralamat di Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen ini akan menerapkan ilmu yang diperolehnya selama menjadi relawan kemanusian di tempat tugasnya sebagai bidan desa.
Alumni terbaik Akademi Kebidanan (Akbid) Munawar Bireuen tahun 2016 ini, menceritkan sedikit pengalamannya saat masih aktif sebagai relawan bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Rahma pernah terpilih peserta National Camp tahun 2016 di Bogor, Jawa Barat, dan Gerakan Mari Berbagi (GMB) Tahun 2016 di Yogyakarta dan Jakarta. Peserta GMB itu dari seluruh Indonesia, dan diseleksi juga untuk bisa lulus mengikuti forum tersebut. Biasanya peserta anak muda yang aktif terlibat dalam gerakan sosial. "Di GMB kita diajarkan bagaimana bisa berbuat hal sekecil apapun asalkan bermanfaat," pungkas Rahma kepada Serambi, Selasa (20/8).
SHARE