Pria Ini Luka-luka Saat Tes Ilmu Kebal, Karena Takut Sama Istri, Lalu Buat Info Hoaks hingga Viral

SHARE


REDELONG - Ada-ada saja kelakuan Teguh Widodo (48), pria salah satu desa di Kabupaten Bener Meriah.
Karena takut pada istrinya, dia nekat berbohong atau membuat info hoaks yang menyebutkan bahwa dirinya dibegal saat melintas di Jalan KKA.
Padahal, luka-luka di tubuhnya itu belakangan diketahui dialami saat dirinya mengetes ilmu kebal pada perayaan HUT ke-74 RI Tahun 2019.
Informasi tentang pembegalan itu menyebar dengan cepat dan viral di kawasan itu, sampai-sampai polisi pun turun tangan dan melakukan penyelidikan.
Informasi dihimpun wartawan, Teguh membuat skenario atau mengaku pada istrinya, bahwa ia dibegal di Jalan KKA kawasan Bener Meriah.
Memang saat itu, Teguh memperlihatkan dua luka di tangannya. Dan luka itu tampak seperti luka bacokan.
Informasi yang disampaikan Teguh menyebar dari mulut ke mulut hingga diketahui banyak orang dan viral.
Akibatnya, warga menjadi khawatir melintas di Jalan KKA yang selama ini aman-aman saja.
Informasi ini pun sampai ke telinga polisi, dan polisi melakukan penyelidikan.
Belakangan, aparat Polres Bener Meriah mengetahui bahwa Teguh telah membuat informasi palsu tentang begal di Jalan KKA.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rifki Muslim SH, dalam konfrensi pers, Jumat (23/8/2019) mengatakan, informasi pembegalan yang dibuat Teguh Widodo telah membuat resah masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.
Pasalnya, lintasan jalan KKA yang selama ini tidak ada tindakan kriminal begal.
"Kita ingin meluruskan informasi, bahwa yang disampaikannya itu merupakan berita bohong," kata Iptu Rifki Muslim.
Menurut Iptu Riski, Teguh berbohong karena ia mengalami luka di tangan kiri. Luka tersebut sebenarnya adalah bekas cambukan saat ia bermain atraksi kuda lumping.
Atraksi Kuda Lumping itu digelar saat karnaval pawai HUT Ke-74 RI yang diselenggarakan di Bener Meriah, Kamis (15/8/2019).
Iptu Riski mengatakan, hoaks yang dibuat oleh Teguh Widodo diketahui berdasarkan penyelidikan dan fakta-fakta yang di lapangan.
Teguh pun mengakui bahwa ia telah berbohong soal begal itu.
"Jadi terkait dengan berita yang telah viral di masyarakat Bener Meriah, bahwa dia menjadi korban pembegalan, itu merupakan rekayasa semata untuk mengelabui istrinya yang melarang dia bermain kuda lumping lagi," kata Iptu Riski.
Dua luka di bagian lengan kirinya, kata Iptu Riski, merupakan bekas cambukan saat bermain kuda lumping.
Ia bermain kuda lumping untuk mengetahui apakah masih ada memiliki ilmu kebal atau tidak.
Teguh berbohong karena ia sudah diperingatkan oleh istrinya agar tidak bermain kuda lumping lagi.
Menurut pengakuan Teguh, istrinya pernah "mengancam" jika masih bermain kuda lumping, ia diminta untuk pulang ke kampungnya di Sumatera Utara.
Atas kejadian itu, Iptu Riski menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang demikian, kerena telah menimbulkan keresahan masyarakat.(*)
SHARE