Pria Bersebo Rampok Pedagang, Uang Rp 7 Juta Dibawa Kabur

SHARE


LHOKSUKON – Abdurrahman (56), pedagang sayur keliling asal Desa Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada Selasa (20/8) sekira pukul 05.45 WIB dirampok seorang pria bersebo (kain penutup wajah) yang berpura-pura menjual cabai di kawasan Desa Lhok Bintang Hue, kecamatan setempat.
Akibat kejadian itu, uang Rp 7 juta modal korban untuk membeli barang dagangan yang berada dalam tas berhasil dibawa kabur, setelah tali tas putus akibat tarik-menarik. Bahkan, korban juga mengalami luka di bagian perut. Diduga Abdurrahman ditusuk pelaku dengan menggunakan pisau. Lalu, pelaku langsung kabur bersama temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor.
“Saya berangkat dari rumah menuju Pasar Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye sekira pukul 05.30 WIB seusai shalat subuh. Seperti biasa untuk berbelanja sayur dan ikan. Kemudian saya jual keliling kepada warga di kawasan Jambo Aye dan sekitarnya,” ungkap Abdurrahman.
Saat tiba di kawasan Lhok Bintang Hue, ketika melintasi jalan di samping irigasi, ia melihat seorang berdiri di tanggul dan menawarkan cabai. “Beli cabai bang,” tanya pria tersebut. Korban langsung menghentikan becak mesinnya seraya menjawab “Ya Beli.”.
Kemudian, pria itu menghampiri korban sembari memperlihatkan cabai dalam karung yang berada di tangannya. Setelah terjadi tawar-menawar harga, akhirnya korban bersedia membeli dengan harga Rp 20 ribu perkilo. Dan pria bersebo itu sepakat.
Setelah ditimbang, ternyata berat cabai tersebut 1,6 kilogram, sehingga korban harus membayar Rp 32.000. Namun, Abdurrahman menawar membayarnya Rp 30 ribu. “Kemudian, saya mengambil tas berisi uang pencahan Rp 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, sampai pecahan Rp 2 ribu dengan total Rp 7 juta, sehingga terlihat banyak,” ungkap ayah lima anak ini.
Saat sedang mengambil uang dalam tas untuk membayarnya, tiba-tiba pria bersebo tersebut langsung merampas tas. Akan tetapi, korban sempat menariknya kembali. Sehingga, terjadilah tarik-menarik tas di subuh itu. “Akhirnya, tali tas tersebut putus dan sampai sekarang masih saya simpan. Sedangkan tas berisi uang langsung dibawa kabur pelaku,” ujar Abdurrahman.
Ia sempat mengejar seraya memanggil warga untuk meminta tolong, tapi pelaku langsung kabur bersama temannya yang sudah menunggu di atas sepeda motor. Kala itu, rekannya berada terpaut 200 meter dari lokasi kejadian. “Bantu-bantu na perampok,” teriak korban.
Namun, warga baru keluar dari rumah menuju ke lokasi sekitar 10 menit kemudian. Sedangkan pelaku sudah kabur. Sementara itu, korban baru sadar terluka ketika sampai di pasar, karena merasa perih di bagian perutnya dan sudah mengeluarkan darah. Lalu, kasus itu pun dilaporkan ke polisi
SHARE