Petani Blang Paseh Pidie Resah Isu Pemindahan Proyek Produksi Garam Geomembran

SHARE


SIGLI - Kelompok petani garam di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie resah terkait isu pemindahan proyek produksi garam sistem geomembran di lancang garam gampong tersebut.
Produksi garam sistem geomembran adalah dengan cara pendederan dan penguapan sinar matahari.
" Proyek produksi garam sistem geomemdran telah teken kontrak dan pemasangan tanda, tapi informasinya proyek ini mau dipindahkan ke tempat lain," kata Tgk Fauzi (60) petani garam di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Sabtu (31/8/2019).
Ia menjelaskan, informasi pemindahan proyek tersebut sangat meresahkan kelompok petani garam di Gampong Blang Paseh.
Sebab, proyek itu sangat berguna bagi petani dalam mengembangkan produksi garam sistem jemur dengan penguapan sinar matahari.
Proyek produksi garam sistem geomembran akan dibangun di lahan seluas satu hektare.
" Produksi garam sistem ini lebih banyak dibandingkan sistem tradisional. Mudah-mudahan sistem geomembran itu bisa meningkatkan produksi garam saat memanen," jelasnya.
Sebut Tgk Fauzi, sistem geomembran dikelola kelompok petani garam berjumlah tujuh orang. Proyek tersebut bersumber dari dana APBA 2019.
" Kita telah diminta dinas untuk mengajukan proposal. Saya juga bersedian memindahkan gubuk garam saya, agar proyek proyek produksi garam sistem geomembran bisa terwujud di Blang Paseh," pungkasnya.(*)
SHARE