Penyidik Periksa Delapan ABK Selundupkan 63 Ton Bawa Ilegal

SHARE


LHOKSUKON – Penyidik PNS Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Lhokseumawe, Sabtu (24/8), sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan Anak Buah Kapal (ABK) dari dua kapal motor (KM) yang menyelundupkan 63 ton bawang merah ilegal dari Malaysia ke Aceh. Bawang seludupan itu dibungkus dalam karung jaring warna merah dengan jumlah 7.000 karung.
Sebagaimana diketahui, 63 ton bawang merah ilegal disita petugas setelah dua kapal motor (KM) Alif, dan KM Chantika ditangkap di perairan Jambo Aye, Aceh Utara, pada Kamis (22/8) oleh tim Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia–Malaysia (Patkor Kastima) 25A, sektor pesisir timur Aceh.
Tim ini terdiri dari Kantor Bea dan Cukai (KWBC) Aceh, KWBC Khusus Kepulauan Riau (Kepri), KPPBC Lhokseumawe, serta Kapal Patroli BC 30005. Dalam penangkapan itu, KM Alif mengangkut bawang ilegal sebanyak 22.500 kilogram (2.500 karung/9 kilo), dan KM Chantika dengan 40.500 karung (4.500 karung/9 kilo).
Informasi yang diperoleh wartawan, delapan ABK setelah ditangkap dibawa ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan dua kapal diamankan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Sementara barang bukti yang sudah disita untuk sementara diamankan di Gudang Pelindo Lhokseumawe.
Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik untuk sementara menitipkan mereka di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe. “Ya, kasus itu masih dalam proses penyelidikan di Lhokseumawe,” ungkap Kepala Seksi Humas Kanwil Bea dan Cukai, Aceh Triyanto yang dihubungi Serambi, Minggu (25/8).
Kasus tersebut akan sepenuhnya ditangani penyidik PNS di KPPBC Lhokseumawe sampai kasus tersebut dapat dilimpahkan ke kejaksaan nantinya. “Jadi, kurang lebih proses penanganan kasus ini sama  seperti ditangani oleh polisi,” ujar Triyanto.
Disebutkan, dalam penyeludupan bawang merah ilegal, penyidik selain memeriksa delapan ABK juga akan memeriksa saksi. Kecuali itu, pihaknya juga akan menghadirkan saksi ahli. “Kita belum ada tempat untuk penahanan. Karena itu, mereka untuk sementara kita titipkan dulu di LP. Jika nanti dibutuhkan akan kita jemput kembali,” pungkas Triyanto.
Sementara itu, polisi bersama petugas bea dan cukai KPPBC Lhokseumawe sedang menyelidiki lokasi disembunyikan sabu-sabu di dua kapal tersebut. Untuk saat ini, petugas sudah mengamankan sabu-sabu dan kini sedang mencarinya. “Besok kita akan mengadakan konferensi pers dengan media,” ungkap Triyanto.
Konferensi pers terkait penangkapan dua kapal motor yang membawa bawang merah ilegal dari Malaysia ke Aceh, akan disampaikan di Lhokseumawe. “Nanti kita sampaikan hasil penangkapan dua kapal motor yang membawa bawah merah seludupan, dan diduga sabu-sabu,” katanya.(jaf)
SHARE