Pemindahan Sampah Terkendala Armada, Ajukan Permintaan Armada ke Provinsi

SHARE


BANDA ACEH - Proses pemindahan atau distribusi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh ke TPA Terpadu Blangbintang, Aceh Besar, belum bisa dilakukan 100 persen. Penyebabnya, karena Pemko Banda Aceh kekurangan armada.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Ir Jalaluddin MT mengatakan, sejak beberapa tahun lalu Pemko Banda Aceh memang sudah mencanangkan pemindahan TPA dari Gampong Jawa ke Blangbintang. Namun hingga saat ini belum 100 persen sampah Banda Aceh bisa didistribusikan ke TPA terbaik itu.
Penyebabnya, karena Banda Aceh masih kekurangan armada sampah ukuran besar. Armada itu selama berfungsi khusus untuk mengangkut sampah yang sudah dipilah ke TPA terpadu. "Hingga saat ini Banda Aceh baru punya lima armada besar. Kita masih kekurangan dua atau tiga armada lagi," ujar Jalaluddin.
Dijelaskan, lambatnya pemenuhan kebutuhan truk pengangkat sampah ukuran besar itu juga dikarenakan keterbatasan anggaran yang dialami dinasnya. Karena satu unit armada ukuran besar itu harga mencapai satu miliar lebih.
Di sisi lain, kata Jalal, dalam keterbatasan anggaran tersebut pihaknya juga masih harus memikirkan re-generasi dan pembaruan armada sampah reguler (ukuran sedang) yang selama ini mengambil sampah dari pertokoan maupun perumahan warga.
Karena truk sampah itu juga harus terus ditambah supaya sampah dari warga selalu terangkut tepat waktu. "Truk yang mengutip sampah itu banyak juga yang sudah tua, bahkan yang beroperasi saat ini ada yang dari sebelum tsunami," ujar Jalaludin.
Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman juga mengakui bahwa pihak memang belum bisa memindahkan secara keseluruhan sampah Banda Aceh ke Blangbintang karena kendala armada. Namun pihaknya akan terus berupaya menambah armada sampah.
Jalal menjelaskan, saat ini sampah yang masuk ke TPA Gampong Jawa mencapai 230 ton/hari, yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar di sekitar perbatasan. Sekitar 180 ton sudah mampu dipindahkan ke TPA terpadu selesai diurai dan dipilih, sehingga sisanya sekitar 50 ton masih bertahan di Gampong Jawa.
Dikatakan, setiap armada besar beroperasi sekitar 4-5 trip setiap hari untuk mengangkut sampah dari Gampong Jawa ke Blangbintang. Berdasarkan rencana kedepan, Gampong Jawa hanya akan menjadi tempat transit sampah, nanti sampah rumah tangga dibawa ke Gampong Jawa, lalu diurai dan dipilah, setelah itu diangkut dengan armada besar ke Blangbintang.
Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST mengatakan, permasalahan sampah memang hal mendasar yang harus menjadi perhatian dan ditangani serius di Banda Aceh. Pihaknya juga memahami keterbatasan anggaran Banda Aceh menyebabkan armada pengangkut sampah belum cukup.
Sehingga politisi PKS ini menyarankan supaya Pemko Banda Aceh mengajukan pengadaan armada pengangkut sampah itu melalui pemerintah provinsi. Karena terdapat dana alokasi khusus (DAK) yang dapat digunakan untuk pembelian truk tersebut.
Irwansyah cukup beralasan atas saran tersebut, karena selama ini sampah yang masuk ke Gampong Jawa bukan hanya berasal dari Banda Aceh, tapi juga sebagian wilayah Aceh Besar. Selain itu, lanjutnya, solusi lainnya dengan mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Yaitu dengan gencar memberi edukasi agar warga mau memilah sampah sejak dari rumah, serta membuat bank sampah di tingkat gampong atau kawasan. Sehingga kedepan tidak semua sampah lagi disuplai ke TPA, dengan berkurangnya jumlah sampah otomatis akan mengurangi kebutuhan armada.(mun)
SHARE