Muhammad Nazar: Bendera Asli Aceh "Alam Peudeung" agar tak Ahistoris

SHARE


JAKARTA - Tokoh sentral referendum Aceh yang juga mantan Wagub Aceh, Muhammad Nazar, menyarankan "alam peudeung'" sebagai bendera Aceh.
Secara pribadi, usulan itu pernah disampaikan Muhammad Nazar kepada Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar pada 2010, dan kepada sejumlah kalangan GAM lainnya di berbagai kesempatan.
"Sebaiknya bendera Aceh bergambar 'alam peudeung' agar Aceh tidak ahistoris," ujar Muhammad Nazar di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
Bendera "alam peudeung" pernah digunakan kesultanan Aceh sejak 1496-1904. Bahkan kerajaan-kerajaan yang pernah berada di bawah kesultanan Aceh pada abad 16 sampai abad 18 ikut menggunakan bendera kesultanan Aceh di samping bendera kerajaan lokal masing-masing, seperti Kerajaan Asahan, Langkat, Deli, Serdang, dan lain-lain.
Menurut Muhammad Nazar "bendera alam peudeung" juga diakui internasional, dan dalam khasanah bendera-bendera dunia, "alam peudeung" disimpan di museum-museum dunia.
"Menggunakan bendera alam peudeung adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah sekaligus lebih mudah dipahami kembali oleh dunia," demikian Muhammad Nazar. (*)
SHARE