Mahasiswa Kembali Lakukan Aksi Demo Tolak Tambang Di Aceh Tengah, Ini Tuntutan Mereka

SHARE


TAKENGON – Puluhan mahasiswa dari lintas organisasi melakukan aksi demo di depan Gedung DPRK Aceh Tengah, Jumat (30/8/2019) menolak adanya aktifitas penambangan emas di sejumlah desa di Kecamatan Linge, kabupaten setempat yang akan dilakukan oleh PT Linge Mineral Resource (LMR).
Sebelum melakukan orasi di depan gedung dewan, para mahasiswa sempat melakukan konvoi di sejumlah titik di Kota Takengon. Sembari membawa spaduk serta kertas karton bertuliskan penolakan aksi tambang mahasiswa berjalan menuju Bunderan Simpang Lima dan kembali ke gedung dewan.
Saat berorasi di depan Gedung DPRK, mahasiswa sempat berteriak untuk meminta agar anggota dewan segera keluar untuk menemui massa.
“Siapa bilang adanya tambang untuk kesejahteraan rakyat. Itu semua bohong. Yang pasti kita rakyat Gayo akan dirugikan,” teriak salah seorang pendemo.
Setelah sekitar 10 menit melakukan orasi, akhirnya para mahasiswa ditemui oleh sejumlah anggota dewan, termasuk Ketua DPRK sementara, Samsudin. Sempat terjadi perdebatan antara pendemo dengan anggota dewan.
“Dewan harus bersikap untuk bersama- sama menolak kehadiran tambang di tanah Gayo. Jangan pengecut,” sebut pendemo.
Menjawab tuntutan aksi, Ketua DPRK sementara, Samsudin menyebutkan, secara lembaga dewan Aceh Tengah, belum bisa bersikap karena harus ada mekanisme yang harus dilalui.
“Kalau secara lembaga tidak bisa, tapi kalau secara pribadi anggota dewan, silahkan saja,” sebut Samsudin.
Sampai dengan berita ini diturunkan, aksi massa menolak tambang masih berlanjut. Sebagian pendemo tetap melakukan orasi untuk meminta wakil rakyat bisa bersikap menolak kehadiran penambangan di Aceh Tengah. Bahkan dewan di desain untuk menandatangani fakta integritas. Suasana demi sempat memanas.(*)
SHARE