Kisah Orang Terkaya di Dunia, Dua Pelajaran Hidup dari Kakek Jadi Kontribusi Kesuksesan Bos Amazon

SHARE


AMERIKA SERIKAT - CEO Amazon (AMZN) Jeff Bezos, tetap memegang posisi teratas dalam daftar Bloomberg dengan kekayaan bersih diperkirakan 125 miliar dollar AS.
Kisah sukses Jeff Bezos tidak dimulai dari garasi rumah orang tuanya di Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS).
Kesuksesan Bezos ternyata dimulai jauh sebelum itu, di masa kecilnya, ketika masih seorang anak, di sebuah kota kecil yang berdebu bernama Cotulla, Texas, AS.
Sebuah kota dengan populasi sekitar 4.000 jiwa dan tidak memiliki reputasi baik dari dulu atau pun sekarang.
Sebagai kota pusat teknologi yang sedang naik daun, Cotulla merupakan tempat Bezos menghabiskan musim panasnya.
Saat berusia empat tahun hingga 16 tahun, ia bekerja di peternakan kakeknya yang mereka sebut Pop.
Mengutip CNBC, Bezos menggambarkan kakeknya tersebut sebagai pribadi yang sangat mandiri dan miliki banyak akal.
Dua pelajaran hidup tersebut, yakni mandiri dan banyak akal, berkontribusi besar pada kesuksesannya Amazon di kemudian hari.
"Kakekku sangat mandiri," kenang Bezos dalam panel KTT Los Angeles dengan saudaranya Mark Bezos pada 2017.
"Jika Anda berada di tengah-tengah suatu tempat, di suatu daerah pedesaan misalnya, dan Anda menemukan sesuatu yang rusak, Anda tidak perlu mengangkat telepon dan menelepon seseorang.
Tapi Anda memperbaikinya sendiri," ujar Bezos menggambarkan bagaimana kakeknya sangat mandiri.
Selama di peternakan kakeknya di Texas, Bezos turut  membantu Pop nya memperbaiki pagar, kincir angin, dan membangun seluruh rumah dari awal.
Bahkan ia bilang Popnya membuat jarum sendiri dengan tangan untuk menjahit.
"Dia (kakeknya) akan mengambil proyek-proyek besar yang dia tidak tahu bagaimana menyelesaikannya dan kemudian ia mencari tahu bagaimana melakukannya," tutur Bezos.
Namun, Bezos melanjutkan, ketika semuanya tidak berhasil, Anda harus mencadangkannya dan mencobanya lagi.
Setiap kali Anda mencadangkannya dan mencobanya lagi, Anda menggunakan sumber daya Anda, dan Anda menggunakan kemandirian.
"Anda kemudian mencoba menemukan jalan keluar dari kotak," tambahnya.
Bezos memberi contoh saat sumber daya dan kemandirian membantu kesuksesan Amazon.
“Kami menginginkan bisnis penjualan pihak ketiga karena kami tahu kami akan memberi lebih banyak pilihan di toko kami kepada konsumen dengan cara itu. Maka kami memulai Amazon Lelang, ”katanya.
Namun Bezos mengatakan, ternyata lelang Amazon tidak berhasil, tetapi beberapa percobaan dan kesalahan yang telah dilakukan akhirnya mengarah ke Amazon Marketplace yang sangat sukses.
Karena itu, ia mengatakan, setiap kali kita mencadangkan dan mencoba lagi, maka kita menggunakan sumber daya kita sendiri. Dengan kata lain, kita akhirnya menjadi mandiri.
"Ini adalah akal untuk mencoba hal-hal baru, membersihkan hal-hal dan melihat apa yang benar-benar diinginkan pelanggan," kata Bezos.
"Ini benar-benar bermanfaat, bahkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Bezos memberi nasihat kalau di lain kesempatan, kita mendapatkan ada masalah yang sama sekali baru.
Maka Bezos menasihati kita agar tidak mudah putus asa, tapi mencoba terus, berkali-kali sampai kita menemukan cara baru dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan.
Itulah pelajaran penting yang ditemukan Bezos dari kakeknya, selama musim panasnya di peternakan kakeknya yang ia panggil Pop.(*)
SHARE