Kasus Penyelundupan Bawang, Delapan ABK Jadi Tersangka, Ini Lokasi Penahanan

SHARE


LHOKSEUMAWE – Penyidik PNS Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Lhokseumawe sudah menetapkan delapan anak buah kapal (ABK) dalam kasus penyelundupan bawang merah puluhan ton dari Penang Malaysia ke Aceh melalui Jambo Aye, Aceh Utara.
Kini mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe dan Mapolres Aceh Utara.
Diberitakan sebelumnya sebanyak 59 ton (bukan 63 ton seperti tulis sebelumnya), bawang merah ilegal disita petugas setelah dua kapal motor (KM) Alif dan Chantika tersebut ditangkap di perairan Jambo Aye, pada Kamis (22/8). Bawang merah tersebut ditangkap tim Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia–Malaysia (Patkor Kastima) 25A, sektor pesisir timur Aceh.
Tim itu terdiri Kantor Bea dan Cukai (KWBC) Aceh, KWBC Khusus Kepulauan Riau (Kepri), dan KPPBC Lhokseumawe serta Kapal Patroli BC 30005. KM Alif 22.500 kilogram (2.500 karung/9 kilo) dan KM Chantika 40.500 karung (4.500 karung/ 9 kilo).
Lima dari delapan ABK dua kapal tersebut yang kita tetapkan sebagai tersangka kita titipkan di Lapas Lhokseumawe.
"Sedangkan tiga orang karena ada kaitannya dengan kasus sabu, masih dalam penanganan di Polres Lhokseumawe,” kata Kasubsi Penindakan KPPBC Lhokseumawe Dian kepada Serambinews.com, Rabu (28/8/2019).
Disebutkan, total barang bukti yang diamankan itu 59 ton dan sekarang dalam proses izin sita.
Untuk tindak selanjutnya, masih dalam proses pemeriksaan ahli, apakah bawang merah tersebut masih layak digunakan atau tidak konsumsi lagi, tapi itu belum bisa disamaikan sekarang.
“63 ton, mungkin dikalikan 10 kilogram perbag. Setelah kita timbang itu 9 kilogram satu (bag), sesuai pers rilis yang sudah disampaikan di Polres Lhokseumawe,” katanya. (*) 
SHARE