Kamis Lusa, MK Putuskan PHPU dari Aceh, Ini Rinciannya

SHARE


JAKARTA - Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan perkara hasil pemilihan umum (PHPU) dari Aceh, Kamis (8/8/2019) pukul 13.00 WIB.
MK menerima13 laporan sengketa PHPU pada Pemilu 2019 dari Aceh, meliputi  PHPU pemilihan calon anggota DPRA di dapil 4 yang diajukan Partai Aceh.
Kemudian PHPU DPRK Nagan Raya dapil 1oleh caleg Partai SIRA, PHPU DPRK Bireuen dapil 2 dan DPRK Pidie Jaya dapil 3 yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB).
Selanjutnya, PHPU DPRA dapil 2 dan DPRK Pidie dapil 3 yang dimohon oleh Partai Aceh, dan PHPU DPRK Aceh Singkil dapil 1 yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kemudian, PHPU DPRA dapil 6 yang diajukan Partai Nanggroe Aceh (PNA), PHPU DPR RI dapil 1 dan 2, serta DPRA dapil 3, 4, dan DPRK Bireuen dapil 2 yang diajukan Partai NasDem.
Setelah itu, PHPU di DPRK Aceh Besar dapil 5 dan DPRK Sabang dapil 1 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PHPU DPRK Banda Aceh dapil 3 dari Partai Golkar.
Selain itu, PHPU DPRA yang diajukan Partai Berkarya (menunggu konfirmasi), serta PHPU DPRA dapil 6, 4, 10, DPRK Singkil dapil 3, dan DPRK Aceh Timur dapil 3, 4 yang diajukan Partai Demokrat.
Lalu, PHPU DPRA dapil 6, DPRK Aceh Timur dapil 2 yang diajukan Partai Daerah Aceh (PDA), dan terakhir PHPU DPR RI dapil 1 dan 2 yang diajukan Partai Berkarya.
Tapi dalam putusan sela, MK menyatakan dismissal terhadap PHPU yang diajukan Partai Aceh untuk DPRA dapil 4.
Dengan demikian maka MK akan membacakan putusan untuk 12 PHPU lainnya.
Kuasa hukum Partai Nanggroe Aceh dan juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sayuti Abubakar MH, menyatakan, PHPU Aceh mencapai titik klimaks pada saat MK membacakan pengucapan.
"Sebagai pihak yang taat hukum, kami menunggu putusan MK terhadap perkara-perkara terkait kami baik sebagai pemohon maupun pihak terkait," kata Sayuti Abubakar yang juga Caleg DPR RI dari PKB, namun gagal karena tak mencukupi suara. (*)
SHARE