Kakiyah, Tempat Bayar Dam di Mekkah

SHARE


MEKKAH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui KementErian Haji dan Umrah setempat sudah menetapkan tempat pembayaran dam (denda) bagi jamaah yang mengambil haji tamattu'.
Namun, jamaah juga bisa membeli kambing atau domba untuk langsung disembelih, salah satunya di Pasar Al Kakiyah, Mekkah. Untuk lingkup Aceh, sebagian besar jamaah calon haji dari Aceh sudah menyelesaikan dam pada Minggu (4/8).
Pasar Al Kakiyah terletak 15 kilometer dari Masjidil Haram. Sekitar lokasi pasar terdiri atas bukit dan hamparan tanah tandus. Beberapa tahun terakhir ini, sudah banyak bangunan di sekitar pasar hewan ini. Saat musim haji tiba, setiap hari banyak truk yang menurunkan ribuan hewan ternak. Ternak itu didatangkan dari Jeddah, Taif, dan kota-kota lain di Arab Saudi.
Sedikit berbeda dengan kambing dan domba di Indonesia, hewan ini di Mekah kondisinya kurus-kurus. Sebagian besar pekerja di pasar hewan ini adalah orang Arab berkulit hitam. Di pasar ini juga dijual hewan ternak lain seperti sapi dan unta. Namun, mayoritas hewan ternak yang dijual adalah kambing.
Soal harga, tahun 2019 ini bervariatif tergantung bobot kambing. Untuk kambing yang beratnya 12,5 kg, harganya berkisar 350 riyal. Harga bisa naik pada saat kurban, berkisar 400 riyal seekor kambing. Jika sudah memilih dan mendapat kesepakatan harga kambing, pasar ini menyediakan jasa penyembelihan di rumah potong. Kambing akan terlebih dulu dibawa menggunakan mobil terbuka.
Untuk jamaah Indonesia biasanya ada mukimin (warga Indonesia yang menetap di Mekkah) yang memberikan jasa proses pelaksanaan dam. Jamaah tinggal menyebutkan nama diri dan langsung disembelih oleh eksekutor. Prosesnya sangat cepat. Untuk jasa penyembelihan, jamaah dikenakan biaya tambahan sebesar 20 riyal.
Selain membeli langsung menggunakan jasa penyembelihan, ada cara lain untuk membayar dam yakni dengan membayar ke Bank ar-Rajhi Arab Saudi dan kantor pos setempat. Jamaah yang melakukan haji tamattu’seperti dari Indonesia, diwajibkan membayar dam nusuk. Ibadah haji jenis ini pada intinya setelah ihram, jamaah melaksanakan umrah wajib. Ihram kemudian dilepas hingga puncak haji. Jamaah baru kembali berihram ketika wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, jumrah aqabah, dan tawaf ifadah.
Jamaah yang menggabungkan haji dan umrah atau disebut haji qiran juga diwajibkan membayar denda. Yang melanggar ketentuan ihram juga harus membayar dam isa’ah. Begitu juga mereka yang meninggalkan wajib haji, seperti berihram atau niat umrah atau haji di miqat, mabit di Muzdalifah, Mina, melontar jumrah, dan tawaf wada.’
SHARE