Jumlah Jamaah Haji Dirawat Menurun, Ini Penyebabnya

SHARE


MEKKAH - Jumlah jamaah haji yang sakit dan harus dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Mekkah semakin berkurang.
wartawan yang memantau langsung KKHI, Senin (26/8) mendapat informasi, jumlah pasien yang dirujuk semakin berkurang.
Saat ini, dari 240 kamar rawat inap, hanya terisi 60 persen.
Begitu juga ruang Gawat Darurat yang biasanya sibuk, terlihat lebih longgar dari sebelumnya.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan KKHI Daker Mekkah dokter M Imran mengatakan, penurunan pasien rawat inap dan jalan seiring dengan semakin menurunnya jumlah jamaah haji yang tinggal di Mekkah.
Sebagian jamaah haji pemberangkatan gelombang satu sejak 17 Agustus sudah pulang ke Tanah Air. Sementara, jamaah haji pemberangkatan gelombang kedua sebagian sudah ada yang ke Madinah.
KKHI Daker Mekkah merupakan klinik kesehatan setara rumah sakit di Indonesia.
Disamping melayani rawat inap dan jalan, KKHI didukung oleh ratusan dokter, termasuk spesialis, bagian farmasi, laboraturium, ambulan dan Tim Gerak Cepat (TGC) yang bertugas menyisir jamaah yang sakit saat ibadah di Masjidil Haram dan maktab-maktab yang tidak mampu ditangani tenaga medis kloter.
M Imran mengatakan, waktu puncak haji lalu, jumlah pasien yang mereka tangani melebihi kapasitas yang ada. Tapi, semuanya dapat diatasi petugas dengan baik. "Petugas di KKHI ini sudah terlatih dan terbiasa dengan pekerjaan tekanan tinggi," jelasnya.
Sementara itu, pasien yang paling banyak dirujuk ke KKHI adalah pasien inpeksi saluran napas atas, batuk-batuk, kelelahan, komplikasi penyakit generatif dan stres.
Sebagian besar pasien yang dirawat berusia lanjut.
Bagi pasien yang tidak mampu ditangani di KKHI akan dirujuk ke RS King Abdul Aziz, rumah sakit besar Kerajaan Arab Saudi yang ada di Mekkah.
Sementara itu, dari berbagai informasi yang dihimpun hingga minggu ketiga Agustus, jumlah jamaah haji yang terganggu kesehatannya tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.
Salah satu penyebabnya, pihak PPIH bersama Kementrian Kesehatan lebih intens melakukan skrening kesehatan jamaah sejak sebelum berangkat.(*)
SHARE