Jenazah Bule Spanyol yang Tewas Kena Baling-baling Boat, Masih di RSU Sabang, Dibalsem untuk 5 Hari

SHARE


BANDA ACEH - Jenazah Francisco Javier Garcia (53), warga negara Spanyol yang meninggal dunia karena terkena baling-baling boat di Sabang, saat ini masih berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Sabang.
Informasi tersebut diperoleh Serambinews.com dari Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Imigrasi Kelas II Sabang, Said Azhar, Jumat (23/8/2019).
Menurut Said, jenazah bule asal Spanyol itu sudah dibalsem oleh pihak rumah sakit.
"Jenazahnya masih di Rumah Sakit Umum Sabang, jenazah sudah dibalsem, katanya untuk tahan sampai lima hari ke depan," kata Said Azhar.
Belum ada kejelasan kapan jenazah Francisco akan dipulangkan ke negara asalnya, Spanyol. "Nanti akan kita beri tahu jika sudah ada kejelasan kapan akan diberangkatkan ke Banda Aceh untuk dibawa pulang ke negaranya," kata Said.
Pantauan wartawan di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh pagi tadi, tak ada satu pun kapal--baik kapal cepat maupun kapal lambat--yang membawa jenazah bule tersebut.
Sejumlah jurnalis lintas media di Banda Aceh tadi pagi juga menanti proses evakuasi jenazah itu di Pelabuhan Ulee Lheue. Hampir satu jam menanti, tak ada tanda-tanda jenazah dievakuasi ke daratan Banda Aceh.
"Tadi ada ambulans memang di sini, tapi kami tidak tahu apa itu jenazah apa bukan. Coba tanya ke awak kapal, mungkin mereka lebih tahu," kata salah satu petugas di Pelabuhan Ulee Lheu.
Saat Serambinews.com mengonfirmasi ke awak kapal, mereka juga menyebutkan tidak membawa jenazah dari Sabang, pagi tadi.
Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Imigrasi Kelas II Sabang, Said Azhar, bahwa jenazah bule tersebut masih berada di Sabang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Francisco Javier Garcia (53) bule asal Spanyol meninggal dunia setelah terkena baling-baling boat yang dikemudikan oleh Muchtar (39) warga Jurong Cot Damar Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya Sabang.
Boat menabrak tubuh warga negara asing tersebut, yang dilaporkan sedang snorkeling (menyelam di permukaan) di kawasan wisata Iboih, Kamis (22/8/2019) sore.
Pada saat itu Muchtar, seorang pengemudi boat wisata, menerima telpon dari tamu yang menginap di penginapan Iboih Inn.
Di dalam pembicaraan via telepon itu, tamu tersebut sudah menunggu di Dermaga Teupin Layeu, Iboih.
Di dalam perjalanan menuju Dermaga Teupin Layeu, tepatnya di antara penginapan Olala dan Mr Bean, boat yang dikemudikan Muchtar menabrak sesuatu.
Begitu dipastikan, ternyata boat Muchtar menabrak Francisco Javier Garcia, yang sedang snorkeling.
Melihat kejadian tersebut, Muchtar mencoba menolong korban yang sudah dalam kondisi berdarah.
Tapi, karena Muchtar seorang diri, sehingga tidak sanggup mengangkat tubuh warga negara Spanyol itu.
Muchtar meminta bantuan kepada Rajab yang kebetulan sedang melintas di kawasan itu.
Kemudian keduanya mengangkat tubuh korban dan dibawa ke daratan tepatnya di depan penyedia jasa alat diving Rubiah tirta untuk meminta pertolongan kepada orang lain.
Akan tetapi tempat tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga mereka kembali membawa korban ke Dermaga Teupin Layeu.
Pada saat tiba di Dermaga Teupin Layeu, menurut sumber Serambinews.com, korban coba diberikan pertolongan pertama oleh warga negara asing lainnya.
Kebetulan ia seorang dokter sembari mereka menunggu ambulans untuk membawa korban ke Puskesmas Iboih.
Setelah sampai ambulans dari Puskesmas Iboih, korban langsung dimasukkan ke ambulans untuk dibawa ke Puskesmas.
Tapi dalam perjalanan nyawa warga negera Spanyol ini tidak tertolong dan meninggal dunia. Diduga, karena kehabisan darah akibat luka yang dialami setrlah terkena baling-baling boat yang dikendarai Muchtar. (*)
SHARE