Jenazah Ayah Doe Akan Dikebumikan di Paya Peuntet Lhokseumawe

SHARE


BANDA ACEH - Kabar duka meninggalnya sutradara film komedi Aceh, Eumpang Breueh, Imran Nyak Abeudo alias Ayah Doe, dengan cepat tersiar ke berbagai kalangan di Aceh, Sabtu (3/8/2019) pagi ini.
Ini menjadi kabar duka bagi segenap masyarakat Aceh, terutama bagi para aktor dan insan seni dunia perfileman di Aceh. 
Ayah Doe --begitu ia akrab disapa-- sejak dua tahun terakhir dikabarkan mengalami komplikasi penyakit, yaitu diabetes, ginjal, jantung, dan paru (sesak).
Muhammad Daud, asisten sutradara yang juga salah satu aktor di serial komedi Aceh, Eumpang Breuh, kepada Serambinews.com, Sabtu (3/8/2019) mengatakan, Ayah Doe masuk rumah sakit Kamis (1/8/2019).
Ayah Doe dirawat satu hari di Rumah Sakit Metro Medical Centre (MMC) lalu keesokan dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Muhammad Daud menjelaskan, sejak dirawat Rumah Sakit MMC Kota Lhokseumawe, kondisi Ayah Doe sudah sedikit memprihatinkan.
"Masuk rumah sakit jam dua, kemudian jam enam sempat drop, baru sadar jam tujuh. Jam delapan beliau sadar dan ada sedikit bicara dengan kami," kata Muhammad Daud.
Malam itu (Kamis 1 Agustus malam), keluarga Ayah Doe bersama Muhammad Daud dan Haji Uma serta beberapa kerabat lainnya menemani Ayah Doe di rumah sakit.
"Jam 8 beliau bangun, sempat menyapa kami, lalu tertidur pulas sampai pagi. Jam setengah empat pagi, almarhum sempat sesak berat," kata Muhammad Daud.
Hingga akhirnya sekira pukul 13.00 WIB Jumat (2/8/2019), almarhum dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.
"Kondisi sesak sampai tadi malam dan pagi ini ka I mendapat kabar duka itu. Innalillahi wa inna ilaihi rajin," ucap Muhammad Daud bernada sedih.
Saat berita ini diturunkan, jenazah almarhum Ayah Doe hendak diberangkatkan ke kampung halamannya.
"Jenazah dibawa pulang ke Paya Peuntet, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe," pungkas Muhammad Daud.(*)
SHARE