Istri Pedagang Es Campur Menangis Divonis 20 Tahun Penjara karena Membunuh Suaminya

SHARE


LHOKSUKON – Jamaliah alias Novi (30) warga Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap suaminya Jajuli (34) pedagang es campur, menangis setelah divonis 20 tahun penjara.
Vonis itu dibacakan hakim dalam sidang pamungkas kasus tersebut di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara Rabu (7/8/2019).
Setelah membacakan amar putusan, T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH, meminta Jamaliah untuk berkonsultasi dengan pengacaranya, Taufik M Noer SH, untuk menentukan sikap, apakah menerima putusan tersebut atau banding.
Jamaliah enggan bangun dari duduknya, tapi setelah diminta tiga kali baru baru bangun.
“Silahkan bangun saudara terdakwa,” ujar Latiful.
Air matanya berurai membasahi pipi. Dengan pelan ia mendekati pengacaranya untuk berkonsultasi. Kemudian Taufik menyampaikan pikir-pikir dulu.
Setelah sidang ditutup hakim, Jamaliah kembali mendekati pengacaranya.
Lalu petugas dari jaksa menegurnya. Lalu Jamaliah dibawa kembali ke ruang tahanan yang berada di samping ruang sidang cakra.
“Dia menangis tadi, dan meminta supaya menerima saja putusan tersebut, karena dia berpikir, jika tak menerima putusan tersebut akan menjalani sidang lagi,” ujar Taufik.
Kemungkinan disampaikan hal itu kata Taufik, karena terdakwa tidak memahami proses hukum.
“Nanti kalau dia sudah tenang, baru saya tanyakan lagi, apakah sudah menerima putusan tersebut atau banding. Saat ini belum bisa ditanyakan, karena sedang menangis,” ujar Taufik. Novi mulai menjalani sidang pukul 16.00 sampai pukul 16.20 WIB.
Selain Jamaliah, kasus itu juga menyeret Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara sebagai terdakwa.
Adi dihukum dengan penjara seumur hidup. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Pada sidang 9 Juli 2019, kedua terdakwa dituntut dengan hukuman pidana mati oleh jaksa.
Diberitakan sebelumnya, Jajuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, pada 15 September 2018 sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya.
Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur saat menidurkan anaknya dalam kamar lain.
Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Musliadi atas suruhan Jamaliah.(*)
SHARE