Ikan Laut Terjaring di Danau Bungara, Dinas Perikanan akan Ambil Sample

SHARE


SINGKIL - Penemuan ikan laut di Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil yang notabene adalah danau air tawar perlu diteliti. Ikan laut yang ditemukan merupakan jenis kuwe gerong atau belitong (charanx ignobilis) yang pada Rabu (14/8) pekan lalu, tersangkut jaring warga setempat.
Dalam bahasa Inggris, ikan laut tersebut dikenal sebagai giant trevally atau GT. Sedangkan nelayan Aceh Singkil biasa menyebutnya ikan gabu. Bagi warga setempat, terjaringnya ikan yang biasa hidup dalam air asin di Danau Bungara tak lagi menjadi sesuatu aneh. Sebab sepanjang alur sungai di Kabupaten Aceh Singkil, ikan kuwe itu memang kerap tertangkap pemancing.
Tapi, ada juga warga yang tak yakin dengan fenomena ini. Dalihnya, secara logika ikan laut tidak bisa hidup di air tawar, kecuali telah melakukan penyesuaian. Apalagi jarak antara Danau Bungara dengan laut yang ada di wilayah Singkil mencapai 50 kilometer.
Baru-baru ini, Serambi kembali mendapat informasi dari Wanhar Lingga, tokoh pemuda Kota Baharu bahwa ada warga yang menangkap ikan teri nasi atau teri medan yang juga dikenal sebagai ikan bilis di Danau Bungara. Lagi-lagi penemuan itu cukup aneh sebab teri nasi itu hanya hidup di laut. Agar tidak menjadi kontroversi, Wanhar Lingga meminta Dinas Perikanan Aceh Singkil untuk segera melakukan penelitian guna memastikan benarkah Danau Bungara juga dihuni ikan laut.
Menyikapi desakan ini, Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Saiful Umar yang dikonfirmasi Serambi, Senin (26/8), mengaku, dirinya telah memerintahkan stafnya mencari sample ikan laut yang ditemukan di Danau Bungara. "Langkah awal, kita minta keterangan warga yang menemukan ikan laut itu," katanya.
Selanjutnya, ulas Saiful Umar, meminta dokumentasi saat penangkapan ikan laut di Danau Bungara serta mengambil samplenya untuk diteliti. "Kita harus memastikan, sample yang diambil itu benar-benar ikan gabu atau teri nasi dari Danau Bungara," tukasnya.
Sementara itu, warga yang tinggal di seputaran Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil percaya bahwa danau seluas 85,6 hektare itu tembus ke laut. Konon, di dasar danau tersebut terdapat lubang yang tembus ke laut di sekitar Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara, yang berjarak kira-kira 50 kilometer.
Kisah tersebut diketahui warga berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyangnya. Dalam cerita itu disebutkan, dahulu kala ada seorang warga sedang membuat perahu di bukit dekat Danau Bungara. Tiba-tiba, perahu warga tersebut jatuh ke Danau Bungara dan tenggelam. Selang tiga hari kemudian, perahu itu justru ditemukan di Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara.
Saksi mata cerita berbau mitos itu memang sudah tiada, tapi hampir semua warga setempat mengetahui kisah tersebut. Jadi, bagi warga setempat keberadaan ikan laut di Danau Bungara bukan sesuatu yang aneh, lantaran bisa saja ikan laut masuk melalui lubang tersebut. Namun begitu, kisah itu hanya bisa menjadi fakta jika sudah dilakukan penelitian ilmiah.(de)
SHARE