Hati-hati, Ada Badan Jalan di Jalur Ranto Peureulak-Lokop Turun

SHARE


 IDI - Bagi Anda yang ingin melintas jalur Ranto Peureulak, Aceh Timur-Lokop, Gayo Lues (Galus), agar berhati-hati. 
Pasalnya talut penahan badan jalan naik ke jembatan Gampong Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, retaknya semakin parah.
Akibatnya, badan jalan yang telah diaspal turun puluhan centimeter dari posisi semula.
Selain itu, aspal juga tampak mulai retak akibat pergeseran badan jalan.
"Ini akibat pembangunan yang kurang mengutamakan kualitas dan mutu. Padahal baru selesai dibangun akhir 2018, tapi sudah rusak," jelas Muzakkir Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komunitas Aneuk Nanggroe (KaNA), kepada Serambi, Minggu (4/8/2019) sore.
Jembatan ini, jelas Muzakkir dibangun karena jembatan sebelumnya sudah tidak bisa digunakan lagi sehingga pemerintah membangun jembatan baru di sisi kanannya kiri (jika dari arah Peureulak).
Jika talut penahan badan jalan pada posisi tanjakan ke atas jembatan tak segera diperbaiki, maka dikhawatirkan talut akan rusak parah dan badan jalan ikut longsor, sehingga transportasi terganggu.
"Karena itu kita minta kepada Pemerintah melalui rekanan yang mengerjakan proyek jembatan itu untuk memperbaikinya. Pemerintah juga diharapkan dapat mengevaluasi kinerja rekanan yang membangun pekerjaan, jangan asal jadi," pinta Muzakir.
Muzakir juga mengatakan bahwa tahun 2019 ini jalan Peureulak-Peunaron sedang diperbaiki.
Titik awal mulai diperbaiki dari Gampong dari Bukit Tateh, depan kantor Camat Ranto Peureulak, lanjut ke Gampong Bhom Lama, Gampong Tampak, Beurandang, dan Seumanah Jaya.
"Pekerjaan sudah sampai tahap pengerasan. Tapi di lokasi pekerjaan tidak nampak dipasang papan informasi terkait proyek tersebut, sehingga rekanannya terkesan menutupi informasi tentang proyek ini terhadap publik," jelas Muzakkir.
Namun yang paling penting, ungkap Muzakir, rekanan mengutamakan kualitas pembangunan.
Pasalnya, ia menilai beberapa tahun terakhir, pembangunan jalan dan jembatan di daerah menuju Gayo Lues kurang berkualitas.
"Karena itu, kita ingatkan kepada rekanan jangan mengerjakan proyek asal jadi. Tapi utamakan kualitas pembangunan, sehingga masyarakat benar-benar puas merasakan manfaatnya," harap Muzakir.
Muzakir juga mengingatkan rekanan agar rutin menyiram air pada badan jalan yang sedang diperbaiki, sehingga tidak muncul debu yang dapat menggangu kesehatan pengguna jalan. (*)
SHARE