"Gudang" Alat Judi Terbongkar, Plh Bupati Agara dan Satpol PP Temukan 101 Mesin Jackpot Usai Subuh

SHARE


KUTACANE - Plh Bupati Aceh Tenggara, Bukhari Buspa menggencarkan penertiban judi jackpot yang belakangan ini marak di daerah itu.
”Benar, kita baru saja menemukan 101 mesin Jackpot di dalam sebuah gudang,” ujar Plh Bupati Aceh Tenggara, Bukhari kepada Serambinews.com, Rabu (14/8/2019).
Mesin Jackpot ini ditemukan saat Plh Bupati Aceh Tenggara Bukhari safari subuh bersama Kadis Syariat Islam, M Iqbal Selian dan Kasatpol PP Rahmad Fadli serta pejabat lainnya.
Barang tersebut ditemukan di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Lawe Sigala.
“Karena seperti biasa tiap minggu paling tidak tiga kali saya safari subuh ke desa dan menyerap aspirasi masyarakat. Kemarin pas safari ada yang laporkan soal mesin Jackpot dan kita langsung ke lokasi,” ujar Bukhari.
Hal senada disampaikan Kadis Syariat islam M Iqbal Selian.
Menurutnya, saat mereka tengah turun ke desa mendapat informasi dari warga yang meminta langsung meluncur ke lokasi penyembunyian mesin Jackpot.
Ternyata informasi tersebut benar adanya tempat penyimpanan sejumlah mesin judi siap pakai ditemukan.
Permainan judi Jackpot ini, menurut M Iqbal, baru marak dalam enam bulan terakhir.
Sementara lokasi-lokasi permainan Jackpot juga tidak di semua wilayah Aceh Tenggara.
Iqbal mencontohkan Kecamatan Lawe Alas tidak ada sama sekali. Pun demikian Kecamatan Darul Hasanahdan Badar  sempat muncul namun kini tidak ada lagi.
Informasi sementara menurut Iqbal permainan Jackpot mulai senyap.
”Karena mereka kan coba-coba, nanti ada rajia mereka tertib tapi setelahnya main lagi. Kongkalikong semua. Makanya pemberantasan judi Jackpot ini tidak berhenti, semampu kita,” ujar Iqbal.
Sementara Kepala Satpol PP Rahmad Fadly mengaku mesin jackpot ditemukan Bukhari yang juga Wakil Bupati Aceh Tenggara.
Namun sejauh ini, Satpol PP tidak tau apakah mesin Jackpot sudah pernah dimainkan.
Mesin tersebut, lanjut Rahmad Fadly merupakan titipan kepada pemilik rumah.
Satpol PP tidak bisa menyita Jackpot lantaran belum ada pelanggaran qanun.
Namun, menurut Rahmad mesin Jackpot dapat digunakan menjadi alat melanggar qanun.
Satpol PP membawa enam unit mesin Jackpot masing-masing satu unit ukuran besar dan lima ukuran kecil sebagai jaminan.
Jika pemilik tidak mengeluarkan dari Aceh Tenggara, Satpol PP akan menyita.
Lokasi  gudang tempat penyimpanan barang yang akan diperuntukkan sebagai alat main judi itu kini telah disegel.
Sementara pemilik warung telah membuat surat pernyataan untuk mengeluarkan barang terkait dari Aceh Tenggara.
”Kita memang tidak bisa tangkap orangnya karena belum ada pelanggaran qanun. Tapi ini berpotensi disalahgunakan. Makanya jika besok, Kamis (15/8/2019) belum dikeluarkan dari lokasi akan kita sita,” ujar Rahmad.
Seperti berita sebelumnya, Plh Bupati Aceh Tenggara, Bukhari turun tangan langsung menertibkan mesin judi jackpot yang selama ini marak di daerah itu.
”Warga resah dan melaporkan kepada saya, jadi kita turun ke lokasi memberikan arahan dan mengambil mesin jackpotnya,” kata Bukhari kepada wartawan Rabu (14/8/2019).
Bukhari mengaku turun bersama Satpol PP dan WH serta Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tenggara sebagai respon atas keluhan masyarakat di sana.
Dikatakan, awalnya warga merasa terganggu dengan mesin judi tersebut, sehingga warga melaporkan ke pihak terkait.
Nah, saat turun ke lokasi, kata Bukhari sebagian pemilik warung berdalih tidak tau jika mesin Jackpot merupakan permainan judi.
Selama ini, lanjut Bukhari, warga pemilik warung menganggap Jackpot merupakan permainan dan bukan judi.
Malah ada yang merasa jika Jackpot merupakan permainan anak-anak.
Maka itu, Bukhari memberikan nasehat dan penjelasan jika Jackpot bukan permainan tapi alat perjudian.
”Sebab, ini bukan berhadiah tapi dimainkan dengan cara taruhan. Jadi kita beri arahan dan nasehat warga pemilik warung dengan suka rela menyerakan barang tersebut,” ujar Bukhari.
Dalam kesempatan itu, Bukhari yang merupakan Wakil Bupati Aceh Tenggara mengimbau semua lapisan masyarakat di Tanah Sepekat Segenep ini agar tidak menyediakan tempat judi Jackpot maupun permainan judi lainnya.
Sejauh ini, tindakan Bukhari selaku pimpinan di Aceh Tenggara masih bersifat persuasif. Ini karena masih banyak warga belum paham jika Jackpot merupakan permainan judi.
Tindakan Plh Bupati Aceh Tenggara ini dalam rangka menekan penyakit masyarakat di sana.
Dikatakan, ada beberapa pemberantasan pekat yang menjadi programnya yakni narkoba, mencuri, judi dan asusila.
Ini karena dapat merusak pribadi seseorang an keluarga. Jika pribadi ini sudah rusak maka akan menjadi bahaya bagi masyarakat sekitar.
Makanya, Bukhari mengimbau agar masyarakat saling menjaga diri, keluarga, lingkungan, desa dan wilayahnya sehingga tidak merugikan diri dan masyarakat sekitar.
Informasi yang dihimpun wartawan, permainan Jackpot saat ini menjadi alat judi paling popular di Aceh Tenggara.
Alat berentuk meja dan layar ini dimainkan menggunakan koin dan system taruhan.
Sepintas memang alat tersebut mirip games time zone tapi sebenarnya bukan.
Alat ini merupakan mesin judi yang kini banyak dipakai di Kabupaten Aceh Tenggara.
“Permainan judi ini dari kabupaten tetangga, di sana mereka banyak menggunakan jadi inilah dibawa ke Aceh Tenggara,” kata salah seorang warga.(*)
SHARE