Erosi Sungai Kembang Tanjong Kian Mengkhawatirkan, 200 Meter Tanah Sepanjang DAS Amblas

SHARE


SIGLI - Erosi akibat tebing sungai ambruk di Gampong Meunasah Baro, Mukim Blanggapu, Kecamatan Kembang Tanjung, Pidie kian parah, Kamis (22/8/2019).
Pengikisan tanah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Baro ini semakin mengkhawatirkan.
Sekira 200 meter tanah sepanjang DAS di kawasan itu terus menerus jatuh.
Samsul, salah seorang warga Ie Leube yang sering melewati ruas jalan itu kepada Serambinews.com, Kamis (22/8/2019) mengatakan, kondisi ini telah terjadi enam bulan lalu.
Dia menjelaskan, gerusan erosi yang melanda tanah warga di kawasan tersebut, kini semakin tidak terkendali.
Apabila kawasan itu diguyur hujan lebat, menyebabkan tanah selalu amblas ke sungai.
Warga berharap, pemerintah dapat menangani persoalan ini.
Sebab jika tidak diatasi, maka erosi akan terus melebar sehingga jalan Kembang Tanjung ke Ie Leube terancam putus.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Zarbani ST ditanyai Serambinews.com Kamis (22/8/2019) mengaku, belum menerima laporan.
Untuk itu pihaknya akan mengecek ke lokasi dan jika penanganan, nantinya akan dikoordinasi dengan pihak berwenang.
"Kalau darurat itu di BPBD kalau permanen baru kita. Ya kita harus usulkan dulu," jawabnya. (*)
SHARE