Empat Ditangkap Tiga DPO, KM Seludupkan Bawang Angkut Sabu 25 Kg

SHARE


LHOKSEUMAWE - Pihak kepolisian dan bea cukai berhasil mengungkap pengiriman 25 kg sabu dari Malaysia ke Aceh. Dalam kasus itu, sebanyak empat pelaku ditangkap, sementara tiga lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengungkapan pengiriman barang haram itu dilakukan dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Senin (26/8) sore. Hadir Wadir Narkoba Polda Aceh, AKBP Drs Heru Suprihasto SH, Kepala Kanwl Derektorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi, dan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan.
Heru Suprihasto menjelaskan, pengungkapan kasus ini terjadi pada Kamis (22/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Diawali penangkapan dua kapal motor yang membawa bawang merah ilegal di kawasan perairan Aceh. Kedua kapal itu yakni KM Chantka, dan KM Alif.
“Selanjutnya  kedua kapal tersebut diboyong ke Pelabuhan Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Saat petugas memeriksa KM Alif, ternyata ditemukan sebuah tas hitam yang didalamnya terdapat sabu-sabu sekitar 25 Kg,” ungkap Wadir Narkoba Polda Aceh.
Menyusul temuan sabu, maka barang bukti bersama ketiga pria yang di dalam KM Alif diserahkan ke Polres Lhokseumawe. Tiga pria itu tercatat SA (44) asal Kota Langsa, serta dua warga Aceh Utara masing-masing, NK (50) serta N (28).
Selanjutnya, tim Polres Lhokseumawe melakukan pengembangan. Personel kepolisian kembali menangkap seorang pria AI (38) asal Aceh Utara. Al berperan sebagai perantara antara pemilik sabu di Malaysia dengan pembeli yang ada di Aceh. "Untuk saat ini, tersangka berjumlah empat orang. Namun, kita masih terus melakukan  pengembangan," katanya.
AKBP Heru Suprihasto menyebutkan, dalam pengembangan lanjutan pihaknya menetapkan tiga orang masuk Daftar Pelarian Orang (DPO). Adalah pria berinisial M yang berada di Malaysia. Dia merupakan orang yang menghubungi AI untuk mencari pembeli sabu-sabu 25 kg ketika tiba di Aceh.
Kemudian, polisi menetapkan ML dan AS dalam DPO. Keduanya memiliki peran sebagai orang yang menampung sabu-sabu ketika tiba di Aceh. "Kini, kita terus berupaya mengembangkan kasus tersebut, terutama untuk menangkap ketiga DPO," pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Wadir Narkoba Polda Aceh AKBP, Drs Heru Suprihasto SH menyebutkan, untuk empat tersangka yang sudah ditangkap, mereka dijerat dengan Pasal 116 ayat (2), Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
Dengan demikian, bagi mereka terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian, mereka juga akan dikenakan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.(bah)
SHARE