Dinkes Telusuri Penyebab Santri di Samalanga Gatal-Gatal

SHARE


BIREUEN - Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen, dibantu petugas dari Puskesmas Samalanga, Bireuen, Aceh, Sabtu (3/8/2019), menelusuri penyebab santri gatal-gatal di Kecamatan Samalanga. 
 "Kita sudah mendapat informasi dari masyarakat dan santri di Samalanga, mereka mengaku gatal-gatal sejak beberapa hari ini, kita akan menelusuri apa penyebab mereka gatal-gatal," kata Kadinkes Bireuen, dr Amir Addani, kepada Serambinews.com, Sabtu (3/8/2019).
Dikatakan dr Amir, menurut informasi yang dihimpun pihaknya di lapangan, mayoritas santri yang gatal-gatal itu mengaku gara-gara mandi di sungai atau Krueng Batee Iliek. 
 "Kita harus menelusurinya dan mencari penyababnya, apakah benar gatal-gatal akibat mandi di sungai atau bukan," terang dr Amir.
 Dikatakannya, gatal-gatal karena mandi di sungai bisa saja terjadi. Apalagi debit air Krueng Batee Iliek terus menurun dan airnya kurang lancar mengalir. 
Sehingga banyak sampah atau kotoran yang ada di sungai. "Berbagai jenis sampah dan kotoran yang ada di sungai bisa jadi salah satu penyebab gatal-gatal," pungkas dr Amir Addani.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, santri dan warga Samalanga yang menetap di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Bireuen, Aceh, mengeluh gatal-gatal.
Informasi yang dihimpunSerambinews.com, dari santri dan warga Samalanga, Kamis (1/8/2019) mengatakan, sejak beberapa hari ini warga dan santri yang mandi di sungai atauKrueng Batee Iliek, mengeluh gatal-gatal.
"Santri yang mandi di sungai Krueng Batee Iliek bany ak yang gatal-gatal, kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari ini," ujar Tgk Saifullah, guru Dayah Ummul Ayman Samalanga, saat ditemui Serambinews.com, menjelang Shalat Dhuhur di Dayah tersebut, Kamis (1/8/2019). (*)
SHARE