Di Lhokseumawe, Ganti E-KTP Hilang atau Rusak Wajib Bayar Denda

SHARE


LHOKSEUMAWE - Bagi masyarakat Kota Lhokseumawe yang melakukan pengurusan kembali E-KTP ke Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) setempat karena E-KTP sebelumnya sudah rusak atau hilang, maka wajib membayar denda.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Lhokseumawe, Taufik SSos MSP, mengatakan pembaran denda ini sesuai Qanun Nomor 3 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.
"Denda itu Rp 25 ribu," kata Taufik. 
Menurut Taufik, denda itu hanya untuk pembinaan kepada masyarakat agar lebih bertanggungjawab  menjaga dokumen kependudukannya itu. 
"Biaya denda tersebut sepenuhnya menjadi pendapatan asli daerah (PAD)," jelas Taufik.
Taufik menambahkan untuk pengurusan E-KTP secara normal, baik untuk pertama kali, pindahan, dan ganti status, misalnya dari belum kawin ke kawin, maka itu tetap gratis. 
Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Kota Lhokseumawe yang ingin membuat E-KTP, maka Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) setempat siap memberikan pelayanan selama hari kerja.
Walaupun saat ini tidak tersedia blangko, tapi warga tetap bisa mendapatkan surat keterangan (Suket) sementara yang juga berfungsi sama seperti E-KTP.
Kepala Disdukcapil Lhokseumawe Taufik SSos MSP, Selasa (6/8/2019), menjelaskan, untuk pengurusan E-KTP untuk pemula wajib membawa akte dan ijazah guna mencocokan data serta kartu keluarga (KK).
Sedangkan bagi masyarakat yang sudah sempat memiliki KTP lama, maka selain membawa KK juga membawa KTP lama.
"Begitu juga pindahan, wajib membawa surat keterangan pindah ditambah dengan KK dan KTP tempat berdomisili sebelumnya," ujar Taufik.
Bila persyaratan tersebut sudah ada, maka langsung mendatangi Kantor Disdukcapil di Stadion Tunas Bangsa, setiap hari kerjanya.
Berkas yang dibawa warga awalnya diserahkan ke meja pendaftaran untuk dilakukan verifikasi.
Setelah selesai verifikasi, maka berkas akan masuk ke petugas yang menginput data.
Setelah selesai diinput data, maka pemohon akan langsung melakukan perekaman berupa pemotretan serta merekam iris mata dan sidik jari.
Setelah itu, warga tinggal menunggu selesainya proses cetak E-KTP.
"Sedangkan sekarang blangko kosong, maka warga hanya akan mendapatkan Suket. Adapun proses pencetakan E-KTP atau pun pembuatan Suket, paling lama selesai tiga hari kerja," demikian Taufik. (*)
SHARE