Briptu Yudi Muslim yang Terbakar oleh Pendemo Baru Sebulan Menikah, Korban Harus Dioperasi Plastik

SHARE


BANDUNG - Briptu Yudi Muslim dan Nur Fitriani, sah menjadi pasangan suami istri pada 20 Juli 2019.
Artinya, baru sebulan pasangan ini membina bahtera rumah tangga.
Minggu ketiga setelah menikah, Briptu Yudi Muslim mendapat musibah.
Sejumlah bagian tubuhnya terbakar saat mengamankan aksi demo di Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (15/8/2019).
"Harapannya di satu bulan pernikahan kami, ya semoga cepat diberikan momongan, semangat untuk Yudi dan semoga cepat sembuh," kata Nur Fitriani kepada Tribun Jabar (21/8/2019).
Ia menilai bahwa peristiwa yang menimpa Yudi menjadi sebuah ujian baginya dan Yudi.
Melalui kejadian tersebut, Ia mengaku harus lebih siap dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya.
"Ini saya diuji, bagaimana saya ke Yudi dan bagaimana Yudi ke saya. Intinya saling memperhatikan dan menguatkan," katanya.
s
Polisi Cianjur dibakar hidup-hidup, tangannya bergerak seperti minta tolong (Kolase Tribun Jabar/Istimewa)
Sebagai penghargaan saat menjalankan tugas, Kapolri memberikan kenaikan pangkat kepada empat polisi yang terbakar di Cianjur.
Sebelumnya, Yudi berpangkat Bripda dan dinaikkan satu level menjadi Briptu.
Briptu Yudi Muslim, salah satu personel Polres Cianjur yang terbakar, direncanakan akan menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Kamis (22/8/2019).
s
Unjukrasa mahasiswa di cianjur awalanya berjalan tertib, lalu ada yang bakar ban di halaman pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). Polisi terbakar saat amankan unjukrasa mahasiswa. (Istimewa)
Baru Menikah Ini Firasat Sang Istri
Satu di antara polisi terbakar di Cianjur adalah Briptu Yudi Muslim.
Ternyata, Briptu Yudi Muslim masih pengantin baru. Ia baru menikah pada tiga pekan lalu.
Sebelum insiden polisi terbakar di Cianjur, Briptu Yudi Muslim baru saja pulang honeymoon.
Kepada wartawan Tribunjabar.id, Briptu Yudi Muslim mengaku honeymoon di Yogyakarta. 

"Saya baru tiga minggu menikah. Baru saja pulang hooney moon dari Yogyakarta," ujarnya disambung tawa.

Ia mengaku, sengaja memilih tempat honeymoon yang jaraknya lebih dekat.
"Yang dekat-dekat saja, lah," katanya.
Namun, nasib Bripda Yudi Muslim justru tragis.
s
Kondisi Bripda Yudi Muslim polisi yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Cianjur. (istimewa)
Saat bertugas untuk pengamanan demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8/2019), tubuhnya terkena siraman bensin.
Tubuh bagian kanan terkena bensin pun terbakar.
Tak hanya itu, wajah, leher, hingga telinga pun turut terbakar.
"Leher, telinga, mulut, beberapa bagian wajah, punggung sebelah kanan, dan sedikit di tangan kiri. Kalau bagian dada sampai kaki, alhamdulillah aman," kata Bripda Yudi Muslim.
Ia mengaku, saat kejadian, tangan kirinya tengah memegang tameng sehingga tak semua tubuhnya kena siraman bensin tersebut.
Saat ditanya apakah ada firasat atau tidak terkait kejadian itu, Bripda Yudi Muslim mengaku tak tahu.
Namun, ia masih ingat, sempat menyampaikan pesan penting kepada istrinya setelah resmi menikah.
s
Detik-detik Polisi di Cianjur Tersambar Api Lalu Terbakar, Orang-orang Langsung Teriak Berhamburan (Kolase Tribun Jabar (Instagram/cianjur_update))
Ia mengaku, meminta sang istri untuk tak bekerja.
Kepada istrinya, Bripda Yudi Muslim Muslim ingin sang istri fokus untuk merawatnya sebagai suami.
Kini, polisi terbakar di Cianjur itu sadar, bisa jadi ucapannya itu sinyal kuat atas insiden yang dialaminya kini.
"Setelah menikah, saya meminta agar istri saya tidak bekerja. Alasannya untuk merawat saya. Mungkin ini sinyal kuat," kata Bripda Yudi Muslim.
Walaupun begitu, ia tak patah semangat.
Bripda Yudi Muslim bahkan melihat insiden ini tak akan membuatnya kapok sebagai polisi.

"Saya tidak kapok bertugas. Ini hanya terbakar. Selagi masih bisa sehat mah enggak apa-apa," ujarnya.
Insiden ini memang pengalaman pertama bagi Bripda Yudi Muslim.
Sebelumnya, ia sempat terlibat bentrokan secara fisik saat bertugas.
"Kalau bentrok fisik, udah biasa," katanya sambil bergurau.
Bripda Yudi Muslim dilantik sebagai anggota Polri pada 2017.
Awal mula berdinas, ia bertugas di Dalmas Polres Cianjur.
Hingga kini, sudah lebih dari dua tahun ia mengabdi sebagai polisi.
Akibat insiden ini, ia pun diberikan kenaikan pangkat menjadi Briptu.
Hal ini tersebut pun disyukuri Bripda Yudi Muslim.
Menurutnya, untuk menjadi Briptu itu harus menunggu lima tahun dulu.
"Tidak ada sebenarnya terpikir naik pangkat. Tapi, di sisi lain, ya, senang bisa naik pangkat. Normalnya, untuk menjadi briptu harus menunggu lima tahun," kata Bripda Yudi.
Kini, ia pun secara tulus memaafkan pelaku yang menyiramkan bensin itu.
Selain itu, ia pun tak sabar ingin kelas sembuh dan bisa bertugas kembali.
Berdasarkan kabar terbarunya, Bripda Yudi Muslim kondisinya mulai membaik.
Namun, tubuhnya masih sulit bergerak dan masih dalam keadaan diperban.
Mulanya Insiden Polisi Terbakar di Cianjur
Awalnya, sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis pagi.
Di depan Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, perwakilan massa berorasi.
Setelah dari Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, peserta unjuk rasa kemudian melakukan longmarch ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
s
Polisi terbakar saat amankan unjukrasa mahasiswa yang dilakukan di halaman Pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). (Istimewa)
Unjuk rasa itu mengtasnamakan kelompok Organisasi Kepemudaan atau OKP Cipayung Plus.
Koordinator lapangan aksi tersebut adalah Muhammad Fadil.
Dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJabar.id, jumlah massa dalam aksi itu berjumlah 50 orang.
Tiba di kantor Pemkab Cianjur pukul 12.00 WIB ada pewakilan aksi unjuk rasa yang melakukan orasi.
Massa kemudian memblokir Jalan Siliwangi.
Jalan Siliwangi itu berada di depan pintu masuk Pemkab Cianjur.
Massa disebut semakin tak terkendali.
Ban mulai dibakar oleh peserta aksi unjuk rasa.
Hingga akhirnya, ada peserta yang menyiram bensin ke sekitar ban.
Api langsung menyambar ke anggota kepolisian yang hendak memadamkan bakar-bakaran ban tersebut.
"Tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan kantong bensin sehingga api pun membesar dan membakar tiga anggota polisi," ujar warga yang berada di area unjukrasa, Mamur Abdulah (56).
Simak video ini: 
SHARE