BPMA akan Tutup Sumur Gas di Atim, Ingatkan Warga Agar tak Merusaknya

SHARE


IDI – Humas Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Akhyar mengatakan, saat ini pihaknya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yaitu PT Medco, sedang merencanakan langkah penutupan sumur yang menyemburkan gas dan lumpur yang terjadi di Dusun Suka Damai, Gampong Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, sumur gas eks PT Asamera itu menyemburkan gas, lumpur, dan air pada Selasa 30 Juli 2019, akibat pengeboran illegal yang dilakukan oleh oknum yang belum diketahui.
Lalu, semburan gas tersebut berhenti dengan sendirinya setelah 7 hari kemudian, yaitu tepat pada 6 Agustus 2019.
“Sumur gas tetap akan ditutup kalau tidak bulan ini maka bulan depan. Kita (BPMA) sudah menerima surat permintaan bantuan dari Dinas ESDM untuk menutupnya, dan saat ini kita bersama KKKS PT Medco sedang melakukan survey untuk langkah-langkap penutupan,” jelas Akhyar kepada Serambinews.com, Selasa (27/8/2019).
Akhyar mengatakan, sumur gas bekas eks PT Asamera ini berada dalam wilayah terbuka, sehingga menjadi kewenangan pemerintah yaitu di bawah Dinas ESDM Aceh.
Namun, untuk kasus di Aceh Timur ini, katanya, Dinas ESDM meminta bantuan BPMA untuk menutupnya.
Akhyar mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan survei terhadap sumur gas tersebut pasca berhenti beberapa waktu lalu.
“Survei untuk melihat kedalaman sumur yang rusak akibat pengeboran illegal untuk ditentukan langkah penutupannya. Penutupannya bisa dengan pemasangan weel head (kepala sumur) atau ditutup mati,” jelas Akhyar.
Survei juga dilakukan untuk mengetahui dampak yang muncul dari sumur tersebut, pasca semburan gas berhenti.
“Namun setelah kita survei beberapa waktu lalu semburan gas dan lumpur tidak ada lagi dan juga tidak menimbulkan gas beracun,” jelas Akhyar.
Beberapa waktu lalu, jelas Akhyar, tim dari BPMA, dan tim teknis dari PT Medco juga sudah melakukan survei untuk menentukan langkah penutupan.
BPMA menghimbau masyarakat agar tidak menggangguatau merusak sumur-sumur gas bekas PT Asamera.
Karena sumur gas memiliki resiko tinggi seperti memiliki daya ledakan tinggi, menimbulkan gas beracun, dan rawan terjadi kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan menimbulkan korban jiwa.
“Intinya penanganan sumur gas itu lebih sulit dibandingkan sumur minyak. Karena itu, kita imbau masyarakat agar bersama-sama menjaga sumur gas bekas peninggalan PT Asamera, karena rata-rata sumur bekas di Aceh Timur itu merupakan sumur gas,” demikian Ahkyar. (*)
SHARE