Aulia Kesuma Sewa Pembunuh Habisi Suami dan Anak Tiri, Begini Nasib Istri Pertama Pupung Sadili

SHARE


LEBAK BULUS - Misteri pembunuhan ayah dan anak yang jenazahnya dibakar di dalam mobil di Cidahu makin terungkap.
Bahkan terungkap pula nasib istri pertama korban yang menjadi sumber informasi polisi untuk mengungkap dalang dari pembunuhan tersebut.
Sang istri pertama pun harus turut terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya M Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan sudah tewas dalam mobil terbakar di Cidahu.
Rupanya otak dari pembunuhan Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana tak lain adalah Aulia Kesuma (35) yang merupakan istri muda Pupung.
Aulia Kesuma dibantu oleh anaknya Geovanni Kelvin (25) yang saat ini masih menjalani perawatan di RS Pertamina akibat mengalami luka bakar saat membakar Pupung Sadili dan M Adi Pradana.
Untuk melancarkan aksinya, Aulia Kesuma menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Pupung Sadili dan M Adi Pradana.
Setelah keduanya dinyatakan meninggal dunia, Aulia Kesuma kemudian membawa jasad keduanya ke Cidahu.
Ia kemudian memerintahkan Geovanni Kelvin untuk membakar mobil tersebut.
Saat membakar mobil itu, Geovanni Kelvin juga rupanya terkena percikan api sehingga harus menjalani perawatan.
Rupanya, tak hanya Aulia Kesuma, anaknya dan pembunuh bayaran, ada dugaan keterlibatan pihak lain.
Dalam hal ini yakni Seorang mantan asisten rumah tangga (ART) dan suaminya yang kini diburu polisi.
Dilansir dari Kompas.com, Aulia Kesuma meminta bantuan suami mantan ART-nya itu untuk mencari pembunuh bayaran.
Target pembunuhan adalah Pupung Sadili dan M Adi Pradana.
Suami si mantan ART itu lalu menghubungi pembunuh bayaran berinisial S dan A yang berdomisili di Lampung.
"Mantan pembantu dan suaminya juga masih kami cari keberadaannya. Masih dalam pengejaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (28/8/2019).
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Dir Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan, mantan ART dan suaminya itu bisa turut ditetapkan sebagai tersangka perencanaan pembunuhan tersebut.
Penyidik akan meminta keterangan terlebih dahulu dari kedua orang itu guna mengetahui peran mereka.
"Bisa jadi tersangka (mantan ART dan suaminya). Nanti kami lihat dari hasil sidik," kata Suyudi.
Edi dibunuh dengan cara diracun, sementara Dana dibunuh dengan cara diberi minuman keras lalu dibekap.
S
Foto Pupung dan Dana semasa hidup (kiri), pelaku pembunuhan AK saat konferensi pers. (Kolase Facebook M Adi Pradana dan Tribun Jabar)
Keduanya dibunuh di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kedua korban kemudian dibawa ke Sukabumi, Jawa Barat untuk dibakar dalam mobil.
Saat ini, sudah ada empat tersangka yang diamankan polisi.
Dua orang di antaranya, yakni Aulia Kesumia dan Geovanni Kelvin.
Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta oleh aparat Polda Jawa Barat dan sudah dibawa ke Bandung.
Sementara KV hingga kini masih menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina karena terkena luka bakar saat berusaha membakar ayah tiri dan saudara tirinya yang sudah tak bernyawa di dalam mobil.
Dua tersangka lainnya, yakni S dan A yang merupakan pembunuh bayaran atas perintah AK ditangkap di Lampung Timur, Lampung oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu aparat Polda Lampung.
Nasib Istri Tua
Hubungan sebenarnya Aulia Kesuma alias AK dengan Pupung Sadili diungkap polisi.
Ternyata Aulia Kesuma adalah istri muda dari Pupung Sadili. Sementara itu, Pupung belum cerai dengan istri tuanya.
Polisi mengungkapkan bahwa AK (35), istri yang menjadi otak pembunuhan terhadap suaminya, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Mohamad Adi Pradana alias Dana (24), ternyata istri muda dari korban.
"Yang membunuhnya adalah istri mudanya," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi di Mapolrestabes Bandung, Kota bandung, Selasa (27/8/2019).
Sementara itu, Direskrimum Polda jabar Kombes Iksantyo Bagus menambahkan bahwa istri pertama korban sendiri saat ini masih ada.
"Istri pertamanya masih ada, belum cerai," katanya.
Pihaknya pun berencana memanggil istri pertama korban.
"Nanti, kita panggil semua, LP nya di Polres Sukabumi, kita kasihkan ke Sukabumi," tuturnya.
Seperti diketahui, motif pembunuhan ini dilatarbelakangi persoalan keluarga dan utang-piutang.
Aulia Kesuma sendiri nekat menyewa empat eksekutor untuk mengeksekusi ayah dan anak tersebut.
Polisi tak butuh waktu lama untuk mengungkap skenario Aulia Kesuma membunuh suaminya dan anak tirinya itu.
Mulanya, pihak kepolisian menangkap Aulia Kesuma beberapa saat setelah ditemukannya jenazah Pupung Sadili dan M Adi Pradana pada Minggu (25/8/2019) di Cidahu, Sukabumi.
Polisi mengetahui informasi awal soal Aulia Kesuma dari istri pertama Pupung Sadili.
Hal itu disampaikan langsung Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi.
Pihaknya mendapatkan informasi awal dari kepimilikan nomor pelat mobil yang terbakar bersama Pupung Sadili dan M Adi Pradana.
"Kita dapat alamat korban, ketemu istri pertama korban dari situ kita tahu korban punya istri kedua," katanya seperti dilansir TribunnewsBogor dari YouTube tvOne, Rabu (28/8/2019).
Polisi kemudian menemukan Aulia Kesuma dan langsung melakukan pemeriksaaan.
"Kita menanyakan kepada istri kedua, kita cek, berada di mana ibu malam kejadian," katanya.
Menurutnya, saat itu Aulia Kesuma tak dapat menjawabnya dengan baik.
"Sehingga penyidik memeriksa lebih dalam lagi akhirnya ibu terungkap bahwa melakukan pembakaran," terangnya.
"Kita berhasil juga menemukan anaknya di salah satu rumah sakit di Jakarta dengan luka bakar 30 persen," tambah Rudy.
Penelusuran TribunnewsBogor.com dari akun Facebook Pupung Sadili, ia pernah memposting foto dirinya mengenakan pakaian pengantin.
Akun itu juga sudah dibanjiri ucapan bela sungkawa dari rekan-rekan korban.
Pada foto yang pernah dijadikan foto profilnya itu, Pupung Sadili bersama M Adi Pradana dan seorang wanita kompak mengenakan pakaian senada.
Pupung Sadili dan wanita yang diduga Aulia Kesuma itu tampak berdiri mengapit M Adi Pradana.
Foto itu diposting sekitar tahun 2011.
S
AK, otak pelaku pembunuhan Pupung Sadli dan Adi Pradana (Facebook)
SHARE