Aneh, Ikan Air Asin Seperti Teri Nasi dan Giant Trevally Ditemukan di Danau Bungara

SHARE


SINGKIL - Penemuan ikan laut di Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, yang notabene air tawar perlu diteliti. 
Ikan laut yang ditemukan jenis kuwe gerong atau belitong (charanx ignobilis), Rabu (14/8/2019) sore lalu tersangkut jaring warga setempat.

Dalam bahasa Inggris ikan tersebut dikenal sebagai giant trevally atau GT.
Sementara nelayan di Aceh Singkil biasa menyebut ikan gabu.
Warga ada yang menilai bukan sesuatu aneh, dengan alasan di sepanjang alur sungai di Kabupaten Aceh Singkil, ikan kuwe kerap tertangkap pemancing.
Ada juga yang tak yakin, sebab secara logika ikan laut tidak bisa hidup di air tawar. Kecuali telah melakukan penyesuaian.
Apalagi jarak Danau Bungara dengan laut yang ada di wilayah Singkil, mencapai 50 kilometer.
Baru-baru ini, Serambinews.com, kembali mendapat informasi dari Wanhar Lingga, tokoh pemuda Kota Baharu.
Bahwa ada warga yang dapat ikan teri nasi atau teri Medan yang juga dikenal sebagai ikan bilis.
Lagi-lagi fenomena itu cukup aneh sebab teri nasi hanya hidup di laut.
Agar tidak menjadi kontroversi Dinas Perikanan Aceh Singkil, didesak segera melakukan penelitian guna memastikan benarkah di Danau Bungara hidup ikan laut.
Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Saiful Umar, Senin (26/8/2019) dikonfirmasi hal tersebut, memerintahkan anak buahnya mencari sample ikan laut yang ditemukan di Danau Bungara.
"Langkah awal minta keterangan yang menemukan," kata Saiful.
Selanjutnya sebut Saiful Umar, dokumentasikan saat penangkapan ikan laut di Danau Bungara serta ambil samplenya untuk diteliti.
"Kita harus memastikan, sample yang diambil benar-benar ikan gabu atau teri nasi dari Danau Bungara," ujar Saiful Umar.
Warga yang tinggal di sekitar Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, percaya danau seluas 85,6 hektare itu tembus ke laut.
Konon di dasar danau ada lubang yang tembus ke laut di sekitar Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara, yang berjarak kira-kira 50 kilometer.
Kisah tersebut diketahui warga berdasarkan cerita turun temurun.
Dahulu kala seorang warga sedang membuat perahu di bukit dekat danau.
Tiba-tiba perahunya jatuh ke Danau Bungara.
Selang tiga hari perahu tersebut ditemukan di Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara.
Saksi mata cerita ini sudah tiada, tapi hampir semua warga mengetahui kisah tersebut.
Bisa saja ikan laut masuk melalui lubang tersebut.
Namun kisah itu, hanya menjadi fakta jika dilakukan penelitian ilmiah.(*)
SHARE