Alur Krueng Batee Tertutup Bebatuan, Tiga Gampong di Trumon Tengah Terancam

SHARE


TAPAKTUAN - Kondisi alur (sungai) Krueng Batee, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan tertutup bebatuan besar akibat terbawa banjir bandang yang menerjang kawasan itu empat tahun yang lalu.
Akibatnya, tiga gampong dalam kecamatan tersebut selalu mengalami banjir saat musim penghujan.
Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah SSTP beserta perangkat gampong Gunong Kapho, Gampong Krueng Batee, dan Gampong Tengoh, Sabtu (31/8/2019) mengajak langsung Serambinews.com untuk turun meninjau lokasi.
Dari pantauan Serambinews.com, kondisi alur sungai tersebut sudah tertimbun batu besar, sehingga waktu musim penghujan air tidak lagi melaju dengan normal.
"Setiap musim hujan, banjir selalu menghantam tiga Gampong dalam Kecamatan Trumon Tengah," kata Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu, tidak hanya merusak badan nasional, namun puluhan hektare lahan kebun milik warga juga ikut rusak akibat disapu banjir.
"Kami berharap Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan segera menangani persoalan DAS Krung Batee ini, karena kondisinya sudah sangat mengancam permukiman," papar Tahta Amrullah.
Dikhawatirkan, jika banjir bandang kembali terjadi, batu-batu besar di Krung Batee tersebut akan terseret air dan menghantam perkampungan.
Keuchik Gunong Kapho, Sulaili, bersama Keuchik Krueng Batee, Hasyem dan Keuchik Gampong Tengoh, Yuzarli menyarankan pemerintah melakukan normalisasi berupa pengerukan alur sungai dan pembangunan tebing pengaman di sepanjang daerah aliran sungai tersebut.
Panjang DAS yang harus dikeruk diperkirakan sekitar 800 meter agar aliran sungai bisa mengalir normal, dan perlu membangun tebing pengaman agar air sungai tidak meluap ke permukiman saat musim hujan.(*)
SHARE