5 Fakta Istri Muda Bakar Suami & Anak Tiri: Pelaku Miliki Hutang 10 Miliar Hingga Bayar Pembunuh

SHARE


CIDAHU - Aulia Kesuma tega bunuh dan bakar jenazah suami dan anak tirinya, ini 5 fakta kasus ini, mulai dari terlilit utang hingga bayar pembunuh!
Viral kasus pembunuhan keji oleh istri, pada suami dan anak tirinya.
Bahakn setelah melakukan pembunuhan, ia tega membakar jenazah suami dan anaknya dalam mobil.
Aulia Kesuma dan dua pembunuh bayaran tersebut kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Kasus ini menarik perhatian banyak orang, ini dia lima fakta dari kasus pembunuhan oleh Aulia Kesuma pada keluarganya ini.
Tribun Mataram mengutip berbagai fakta ini dari Kompas.com.
1. Kronologi Pembunuhan
Aulia Kesuma meminta bantuan suami mantan pembantunya untuk mendatangkan pembunuh bayaran dari Lampung guna menghabisi nyawa suami dan anaknya.
"Yang bersangkutan ( Aulia Kesuma ) pernah mempunyai pembantu, pembantu ini sudah tidak ada lagi di situ (di rumahnya).
Dia (pembantunya) seorang perempuan dan suami pembantu ini disuruh menghubungi dua orang yang ada di Lampung," kata Kombes Argo Yuwono.
Dua pembunuh bayaran berinisial S dan A kemudian datang ke Jakarta.
Keduanya bertemu Aulia Kesuma dalam mobil di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Aulia Kesuma menjanjikan bayaran Rp 500 juta untuk membunuh suami dan anaknya.
"Akhirnya di dalam mobil, deal (setuju) untuk membantu eksekusi dan membunuh korban dengan perjanjian akan dibayar Rp 500 juta," ujar Kombes Argo Yuwono.
Pupung Sadili dan anaknya, Dana pun dibunuh di rumahnya, di Lebak Bulus.
Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka Giovanni Kelvin, ponakan Aulia Kesuma, sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana atas perintah sang bibi.
"Istri korban ( Aulia Kesuma ) menyuruh KV ( Giovanni Kelvin ) itu untuk memberi minuman keras kepada korban dengan inisial D. Akhirnya D mabuk dan enggak sadar, kemudian dibekap," kata Kombes Argo Yuwono.
Pupung Sadili dibunuh dengan cara memberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.
"Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban ( Edi Chandra Purnama ) di minunan dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak," ujar Kombes Argo Yuwono.
Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi.
Setelah sampai di kawasan Gunung Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kemudian mayat 2 orang itu dibakar tersangka Giovanni Kelvin.
2. Kronologi Pembakaran Mobil
Sejumlah anggota Polres Sukabumi melakukan proses olah tempat kejadian perkara temuan dua jenazah dalam mobil terbakat di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). (KOMPAS.COM/BUDIYANTO)
Minggu (25/8/2019) tersangka Aulia Kesuma dan keponakannya, KV mengambil mobil yang berisi mayat suami dan anak tirinya ini.
Kemudian ia membeli bensin dan meminta KV untuk membakar mobil ini.
Warga dikagetkan dengan mobil yang terbakar di pinggir jalan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019) dan berisi 2 jenazah.
Sebelum api melalap mobil ini, warga langsung melaporkan ke Polsek Cihadu.
Dari hasil analisis polisi, kedua jasad ini diduga merupakan korban pembunuhan yang dilakukan beberapa hari lalu.
Hal ini terindikasi dari kondisi mayat yang sudah mengalami pembusukan.
"Kedua jasad sudah berada di dalam mobil lalu mobilnya dibakar pelaku untuk menghilangkan jejak," tutur AKBP Nasriadi.
Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Aulia Kesuma, istri dari Edi yang merupakan otak pelaku pembunuhan.
3. 500 Juta untuk Pembunuh Bayaran
Suruh 4 Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Suami & Anaknya, Terungkap Peran Istri yang Jadi Otak Pembakaran Jasad Sukabumi (TribunMataram Kolase/ Kompas.com Kontributor Sukabumi/TribunJakarta.com/Bima Putra)
Aulia Kesuma menyewa 4 orang pembunuh bayaran untuk mengeksekusi suami dan anak tirinya ini.
Para eksekutor tersebut dibayar Rp 500 juta atau setengah miliar.
"(Bayar) Rp 500 juta," kata AKBP Nasriadi.
Namun, Aulia Kesuma ternyata belum membayar lunas para eksekutor, baru seperempat bayaran diberikan kepada 4 eksekutor
Tak diketahui dari mana Aulia mendapat uang sebanyak itu padahal dia dikabarkan dililit utang besar.
Pembunuhan yang dilakukan Aulia Kesuma dengan meminta pembunuh bayaran membunuh suami dan anak tirinya.
Motifnya ternyata karena masalah keluarga dan hutang yang dimiliki tersangka.
Demi melunasi hutangnya tersangka meminta sang suami untuk menjual rumah mereka yang di Lebak Bulus.
Namun sang suami, Pupung Sadili menolak pemintaan sang istri dan diancam dibunuh.
Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, Aulia Kesuma (35) menyewa 4 pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).
Kedua korban awalnya diculik dan dilumpuhkan oleh eksekutor pembunuhan di rumah mereka di Lebak Bulus, seperti dikutip Tribun Mataram dari Kompas.com.
"Motifnya adalah tersangka AK ( Aulia Kesuma ) menyewa 4 eksekutor untuk membunuh suaminya Edi Candra dan anak tirinya Dana karena masalah rumah tangga dan utang piutang," ujar dia, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (26/8/2019) malam.
4. Utang Miliaran
Aulia Kesuma, dan suami dan anak tirinya yang dibakar dalam mobil di Sukabumi (TribunStyle.com)
Aulia Kesuma, istri muda Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) sekaligus ibu tiri M Adi Pradana alias Dana (23), ternyata punya utang miliaran.
Tiap bulan ia harus membayar cicilan hingga Rp 200 juta.
Utang yang dimiliki Aulia Kesuma ternyata mencapai 10 miliar rupiah atas nama dirinya dan sang suami.
"Utangnya di 2 bank. Yang pertama, sebesar Rp 7 miliar ( di Bank Danamon ).
Kemudian yang kedua Rp 2,5 miliar ( di BRI ) atas nama dia dan suaminya.
Terakhir utang kredit mencapai Rp 500 juta, sehingga total utangnya Rp 10 miliar," kata AKBP Nasriadi, Rabu (28/8/2019).
Uang ini digunakan untuk membuka usaha, namun tak berjalan lancar.
Sedangkan utang harus tetap dibayarkan lunas.
Terdesak utang hingga miliaran, tersangka meminta sang suami untuk menjual rumah mereka.
Namun, Pupung Sadili menolak menjual rumahnya yang ditaksir senilai Rp 26 miliar.
"Terkait pembunuhan di Lebak Bulus, pada intinya awal kasus ini adalah ada suatu keluarga suami istri, yang memiliki anak masing-masing sebelumnya hidup dalam satu rumah tangga.
Kemudian istri inisial AK ( Aulia Kesuma ) ini mempunyai utang, sehingga dia ingin menjual rumah mereka, tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju.
Dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.
5. Tersangka Ditangkap
Kedua tersangka pembunuh bayaran Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) pukul 19.07 WIB. Kedua tersangka berinisial S dan A. (TribunMataram.com Kolase/ (KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA))
Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta, Senin (26/8/2019).
Selain itu satu orang diduga pelaku, KV masih dirawat di RS Pertamina Jakarta karena luka bakar saat membakar mobil berisi dua jenazah.
Saat ini, sudah ada 4 pelaku ditangkap.
Dua tersangka lainnya, yakni S dan A.
Mereka merupakan pembunuh bayaran atas perintah Aulia Kesuma.
Tersangka S dan A ditangkap di Lampung Timur oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung.
Kedua tersangka pembunuh bayaran itu tiba di Polda Metro Jaya, Selasa (27/8/2019) pukul 19.07 WIB.
Kedua tersangka tiba di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya tanpa menggunakan alas kaki.
Keduanya ditembak pada bagian kaki akibat melakukan perlawanan saat ditangkap.
Kedua tersangka hanya tertunduk dan memilih diam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media.
Mereka pun langsung dibawa masuk ke ruangan penyidikan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Secara terpisah, pada Selasa lalu, polisi juga menghadirkan Aulia Kesuma dalam konferensi pers yang dilakukan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dalam konpers tersebut, Aulia Kesuma mengaku menyesali perbuatannya.
Tampak Aulia Kesuma yang mengenakan baju tahan itu menutupi wajahnya menggunakan kerudung warna putih.
"Iya menyesal," kata Aulia Kesuma.
SHARE