2020 Nanti, Perusahaan Spanyol Repsol Mulai Pengeboran Blok Andaman III di Perairan Aceh

SHARE


BANDA ACEH – Perusahaan migas asal Spanyol, Repsol rencananya akan memulai pengeboran untuk wilayah kerja blok andaman III pada 2020. 
Blok tersebut berada di lepas pantai Aceh atau tepatnya di Selat Melaka.
Pengobaran itu untuk mengetahui kandungan minyak maupun gas di blok tersebut, agar dapat segera dikomersilkan.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Yanin Kholison saat memberi kuliah umum Pengenalan Industri Hulu Migas di Universitas Almuslim Bireuen, Rabu (10/11/2019).
Dalam kuliah umum migas itu, selain diberikan oleh Yanin, juga hadir, Achyar Rasyidi yang mewakili Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Yanin Kholison menjelaskan, saat ini Repsol sudah menyelesaikan survei seismik 3D di Blok Andaman III tersebut.
Sehingga untuk tahap selanjutnya mereka akan segera  melanjutkan ke tahap pengeboran eksplorasi, yang rencananya dimulai 2020.
Blok Andaman III merupakan salah satu blok migas di Aceh yang perkembangan eksplorasi sangat signifikan.
Awalnya blok ini dikelola oleh Talisman Energy, namun setelah Talisman diakuisisi Repsol, akhir blok ini dikerjakan oleh perusahaan Spanyol tersebut.
Yanin menambahkan, selain itu, di Aceh juga terdapat blok lepas pantai lainnya yang sedang eksplorasi yaitu Blok Andaman I dengan kontraktornya Premier Oil dan blok Andaman II dengan kontraktornya, Mubadala Petroleum. Dua blok terakhir ini sedang dalam tahap joint study.
Wilayah kerja blok ini berada di kawasan utara Aceh atau di selat Melaka, yang meliputi Bireuen, Pidie Jaya, dan Pidie.
Sementara Achyar Rasyidi menyampaikan, bahwa kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Aceh, khususnya Bireuen.
Katanya, dengan kehadiran tiga perusahaan migas internasional tersebut tentu akan terbuka lapangan kerja baru. 
"BPMA akan memastikan bahwa operasi perusahaan migas akan membawa kemajuan bagi Aceh. Kita harapkan pengeboran Repsol bisa berkontribusi bagi ekonomi lokal,” kata Achyar. 
Sementara Assisten II Perekonomian dan Pembangunan Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad M.Si menyatakan masyarakat Bireuen sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke kabupaten itu.
Ia berpesan jika perusahaan menemukan cadangan minyak dan gas maka harus memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migasnya. 
Rektor Almuslim, Dr Amiruddin Idris M.Si berharap agar kegiatan kerja sama terkait edukasi migas supaya dilaksanakan secara berkelanjutan. Supaya pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh.
Kegiatan ini juga turut menghadirkan pembicara dari perusahaan migas, yaitu Fauzan Arif dan Adelina Novianti (Repsol), serta Awalus Sadeq (Premier Oil). (*)
SHARE