20 Orang Tewas dalam Penembakan Massal, 26 Lainnya Terluka Mulai Bayi hingga orang Tua

SHARE


EL PASO - Insiden penembakan massal terjadi di Texas, Amerika Serikat (AS).
Dalam insiden mengerikan itu, 20 orang dilaporkan tewas ditembak, sementara 26 orang lainnya terluka.
Gubernur Texas Greg Abbott seperti dikutip dari Kompas.commenyebutkan, insiden penembakan massal itu merupakan hari paling mematikan yang pernah terjadi dalam sejarah Texas.
Insiden tersebut terjadi di Walmart El Paso, Texas, Amerika Serikat.
Kepala Polisi El Paso, Greg Allen mengonfirmasikan, selain 20 orang tewas, 26 orang terluka dalam penembakan massaltersebut.
Dari berbagai laporan media AS, diketahui usia para korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit bervariasi antara dua hingga 82 tahun.
Polisi menyatakan, ketika penembakan terjadi, Walmart penuh dengan 3.000 pengunjung.
Beberapa di antara mereka membeli perlengkapan sekolah.
Allen menjelaskan, jajarannya menerima laporan adanya penembakan massal pada pukul 10.39 waktu lokal.
Para penegak hukum sampai di lokasi enam menit kemudian.
"Situasi di lokasi sangatlah mengerikan," ucap Allen.
Sebelumnya, Kepolisian El Paso di Twitter juga menyerukan adanya donor darah bagi para korban.
Salah satu pengunjung bernama Kianna Long menceritakan dia sedang berada di Walmart bersama suaminya ketika mereka mendengar adanya tembakan.
"Semua orang berlari dalam kepanikan karena mendengar adanya suara tembakan. Mereka bergegas berusaha lari ke pintu. Namun, banyak orang jatuh ke lantai," ujarnya dikutip Reuters.
Saksi mata lain, Gleon Oakly kepada CNN mengisahkan, dia sedang berada di bagian toko olahraga ketika seorang anak berteriak untuk lari karena adanya tembakan.
Oakly mengungkapkan awalnya para pengunjung tidak memedulikan ucapan bocah tersebut, hingga dua menit kemudian, mereka mendengar sendiri tembakan itu.
Penembakan massal yang terjadi di Walmart El Paso terjadi satu pekan setelah aksi serupa di festival bawang putih California yang menewaskan tiga orang yang terjadi pada Minggu 28 Juli 2019.
Setidaknya ada 11 orang yang terkena tembakan dalam festival yang digelar selama tiga hari itu.
Sementara itu, pelaku penembakan disebut bunuh diri.
SHARE