13 Tahun Lumpuh Layu, Wahyu Ramdani dari Aceh Timur Belum Tersentuh Perhatian

SHARE


IDI – Wahyu Ramdani (13) anak pertama dari pasangan keluarga kurang mampu Yanta Sari, dan Satria sudah 13 tahun mengalami lumpuh layu, dan belum tersentuh perhatian pemerintah.
Mereka tinggal di Lorong Alur Pinang, Dusun Blang Gadeng, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.
“Sejak bayi sampai usia 13 tahun Wahyu Ramdani sudah mengalami lumpuh layu, ia tidak bisa apapun. Makan pun harus disulangi,” jelas Kanta, kakek Wahyu kepada Serambinews.com, Minggu (25/8/2019).
Saat ditemui Serambinews.com, Kanta sedang menjaga cucunya Wahyu di dalam ayun.
Sedangkan, kedua orang tua Wahyu dan neneknya setiap hari bekerja di ladang.
Kanta, kakek Wahyu yang mulai uzur, dan mengalami mata rabun dengan ikhlas setiap hari menjaga Wahyu di dalam ayunan.
Ayah Wahyu, Satria, kepada Serambinews.com, mengatakan anaknya mulai sakit sejak usia dua hari setelah lahir.
“Tidak tahu apa penyebabnya, juga tidak ada step. Waktu itu mau dimandiin setelah lahir Wahyu mengalami kejadian aneh matanya terbalik, dan badannya kejang-kejang. Saat itu lah ia mulai sakit lumpuh sampai saat ini,” jelas Satria.
Satria mengatakan sudah membawa anaknya berobat ke sejumlah tempat, termasuk rumah sakit. Namun, belum ada tanda-tanda kesembuhan.
“Saya berharap ada penanganan intensif dari pemerintah terhadap Wahyu agar ia bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lain pada umumnya,” harap Satria.
Amatan Serambinews.com, kondisi Wahyu sangat memperihatinkan, kaki dan tangganya mengecil.
Tulang rusuk pada perutnya juga tampak jelas.
Mulutnya secara terus menerus mengeluarkan ngeces.
Matanya, seperti memberikan isyarat yang ingin disampaikan tapi ia tak mampu untuk menyebutkannya.
Bagi pihak dermawan yang ingin membantu meringankan beban kehidupan Wahyu, bisa menghubungi nomor HP tetangganya Fadli, 085275389000. (*)
SHARE