Pantai Mantak Tari Pidie Masih Ditutup

SHARE


SIGLI - Lokasi wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie sejak Minggu (28/7/2019) hingga Rabu (31/7/2019) masih ditutup.
Belum ada kejelasan kapan dibuka kembali pantai tersebut untuk pengunjung. 
Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pidie, Apriadi SSos, kepada Serambi Rabu (31/7/2019), mengatakan kemungkinan Senin depan akan dilakukan musyawarah bersama unsur terkait di wilayah setempat.
"Kami belum dapat memastikan kapan dibuka lagi Pantai Mantak Tari untuk pengunjung," kata Apriadi. 
Ribuan warga Pidie dari berbagai kecamatan memadati lokasi wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (7/4/2019).
Ribuan warga Pidie dari berbagai kecamatan memadati lokasi wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (7/4/2019). (Serambinews.com)
Apriadi menambahkan terkait Qanun Pariwisata yang mengatur tentang Pariwisata di Pidie tak bisa dibuat secara parsial, tetapi harus menyeluruh secara umum untuk semua tempat wisata di Pidie.
Untuk itu pihak Disparbudpora Pidie mengaku akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum sebagai langkah awal prosedur hukum.
Sedangkan terkait lokasi wisata ditutup, pihaknya akan bermusyawarah dengan unsur terkait di Mantak Tari dan sekitarnya.
"Kita akan duduk dalam waktu dekat untuk mencari solusi,kita hargai keputusan masyarakat setempat," demikian Apriadi, Kadis Parbudpora Pidie.
Dihubungi terpisah, Camat Simpang Tiga, Abdul Manan, mengaku masih menunggu rapat digelar Dinas Parbudpora Pidie.
"Saat ini belum ada hasil. Kami tidak tahu karena masih menunggu rapat dari dinas," kata Camat Simpang Tiga, Abdul Manan.
Pantai Mantak Tari2
Pantai Mantak Tari2 (SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI)
Sebelumnya, tiga Anggota DPRK Pidie menyayangkan nasib lokasi wisata Pantai Mantak Tari ditutup warga, Minggu (28/7/2019).
Seperti diketahui, lokasi ini baru sebulan lebih telah dinikmati pengunjung untuk berwisata. Di samping indah, di lokasi  juga memiliki butiran pasir dan pemandangan yang sangat eksotik.
Ketua Komisi B DPRK Pidie, Tgk Anwar Husen, kepada Serambinews.com, Senin (29/7/2019), berharap supaya Pemkab Pidie tidak membuka tempat wisata ini jika belum memiliki payung hukum atau qanun.
"Jika hal ini tidak dilakukan akan terjadi masalah lagi. Semua lokasi wisata harus jelas payung hukumnya," ujar Tgk Anwar yang akrab disapa Tgk Wan.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRK lainnya yang juga Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima dan Iskandar Siddiq.
"Harus ada regulasi atau payung hukum. Siapa pengelola wisata, bagaimana retribusinya, bagaimana keuntungan untuk daerah atau gampong setempat," kata Iskandar.
Begitu juga Isa Alima meminta Pemkab Pidie segera mengajukan rancangan qanun pariwisata.
"Bukan saja untuk Mantak Tari, tapi daerah wisata lain di Pidie juga begitu harus jelas payung hukum," demikian Isa Alima, Ketua Komisi C DPRK Pidie. 
Camat Simpang Tiga, Abdul Manan, yang ditemui Serambinews.com seusai mengikuti sidang di DPRK Pidie, Senin (29/7) mengaku ada lima gampong menjadi tempat lokasi wisata itu.
Kelima itu adalah Gampong Meunasah Lhee, Kupula, Meunasah Raya, Pulo Gajah Matee, dan Lampoh Awe.
"Rapat penutupan ini melibatkan Keuchik dari lima gampong, ulama setempat, pihak camat dan dinas," kata Camat Simpang Tiga.
Disebutkan, alasan penutupan itu sebab wilayah itu baru saja dilanda bencana rumah rusak akibat angin kencang pada 14 Juli 2019.
"Karena musibah itulah maka disepakati lokasi wisata ditutup. Dikhawatirkan adanya perbuatan diduga maksiat sehingga ada teguran bagi masyarakat setempat," ujar Camat Simpang Tiga, Abdul Manan.
Intinya dalam hal ini, mereka menginginkan jangan ada lagi yang melakukan perbuatan pelanggaran syariat di lokasi tersebut, sebab imbasnya bisa kepada masyarakat sekitar. (*)
SHARE