Dugaan Korupsi Lembu Rp 8,1 M di Lhokseumawe, Berkas Perkara Rekanan DKPP Sudah P21

SHARE


LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe telah merampungkan proses penyidikan kasus korupsi pengadaan lembu untuk kelompok masyarakat dengan pagu anggaran senilai Rp 14,5 miliar lebih.

Kejaksaan juga telah menyatakan berkas perkara tersebut lengkap atau P21. Ini artinya, penyidik hanya tinggal melimpahkan berkas serta tersangaka kasus tersebut ke kejaksaan untuk penuntutan. "Segera kita limpahkan," kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Herlambang, Rabu (24/7/2019).

Tersangka dalam kasus in adalah Direktur CV Bireuen Vision Edi Saputra M Saleh (43). “Berkas telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe berdasarkan Surat P21 Nomor: B-1075/L.1.12/Fd.1/07/2019, tanggal 23 Juli 2019,” kata Indra.


Edi Saputra M Saleh sendiri adalah rekanan dalam pengadaan ternak di Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Lhokseumawe tahun anggaran 2014 itu.

Tahun lalu, polisi sudah lebih dulu menjerat tiga pejabat di dinas itu, masing-masing,Rizal Bin Binsari (mantan kepala DKPP), Ismunazar (PPK) dan Dahlia (PPTK).

Ketiga orang tersebut telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh atas kasus yang diketahui telah merugiakan keuangan negara senilai Rp 8,1 miliar itu.


Sementara Edi Saputra akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Subs Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

"Ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu  tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar," katanya.
SHARE