Cegah Kecurangan, Sekjen Partai SIRA Usulkan Pilkada Voting Elektronik di Aceh

SHARE


LHOKSUKON – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai SIRA Aceh mengusulkan kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah Aceh dan Kabupaten/kota di Aceh periode 2022-2027 secara Voting elektronik (e-Voting) guna mencegah kecurangan.
Dengan pemilihan e-Voting tersebut diyakini kecurangan dapat diminimalisir.  
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai SIRA Aceh, Muhammad Daud kepada Serambinews.com, Minggu (30/6/2019).
“Pilkada e-Voting sangat memungkinkan dilakukan di Aceh jika dipersiapkan dari sekarang oleh anggota DPRA Periode 2019-2023. Tentu  harus diawali dengan membuat regulasinya,” ujar Muhammad Daud.
Karena dengan diadakan Pilkada e-Voting, selain bisa mencegah kecurangan, juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja manusia.
Sehingga diyakini tidak akan ada korban yang meninggal karena kelelahan.
Selain itu, hasil pemilihan bisa langsung diketahui pada hari itu juga, tidak menggunakan kotak suara, dan kertas suara lagi.
“Kemungkinan, pleno di tingkat kecamatan juga tidak dibutuhkan lagi, karena hasil pemilihan bisa langsung dikumpulkan di tingkat kabupaten,” katanya.
Menurutnya, pemilihan e-Voting sudah pernah dilakukan di Bali untuk di Indonesia.
Sedangkan di luar negeri sudah ada beberapa negara yang sudah melakukannya, seperti Belanda.
Pemilihan secara e-Voting diyakini tidak akan menambah biaya dari pemilihan secara manual, apalagi persebaran internet di Aceh sudah sangat merata sampai ke pedalaman.
“Kita berharap kepada anggota dewan yang baru, dapat mewacanakan hal ini dari sekarang, sehingga bisa dilaksanakan dua tahun mendatang,” katanya.(*)
SHARE