Bank Aceh Syariah Segera Direformasi

SHARE


JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT menjanjikan akan segera menghadirkan wajah baru Bank Aceh Syariah (BAS). Dalam waktu sepekan ke depan bank milik Pemerintah Aceh itu akan direformasi, sehingga menjadi lebih bersih, transparan, dan mengubah portofolionya menjadi bank yang mengalokasikan pembiayaan maksimal pada sektor ekonomi prioritas, di antaranya pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata.
Hal tersebut diutarakan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyahmenyahuti tujuh butir rekomendasi “Dialog Ekonomi Pembangunan Aceh Hebat” dalam Forum Aceh Meusapat di Mes Aceh, Jakarta, Minggu (30/6).
“Ada tiga butir rekomendasi yang langsung saya respons saat ini juga terkait penyelenggaraan forum serta pembangunan bidang perekonomian dan bank,” kata Nova yang hadir didampingi istri, Dr Dyah Erti Idawati MT.
Untuk merespons cepat bidang perekonomian, Plt Gubernur akan membentuk Dewan Ekonomi Aceh dan Tim Negosiasi Aceh. Dia janjikan lembaga ini lahir dalam jangka tujuh hari ke depan.
“Saya akan bentuk Dewan Ekonomi Aceh dan tim negosiasi, termasuk nanti menegosiasikan butir-butir UUPA yang belum terealisasi. Kenapa belum terwujud, apa masalahnya, ini kita kejar,” katanya.
Ia menyebut juga soal pertanahan yang ternyata masih ada hambatan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Nah, ini akan disusuri lagi oleh tim ini,” kata Nova Iriansyah mencontohkan.
Tim negosiasi itu juga nanti akan menyusuri kembali hak-hak Aceh yang belum diserahkan, termasuk soal keterlibatan Aceh dalam Pertagas.
Terkait Bank Aceh Syariah, Nova menyatakan akan segera melakukan reformasi, sehingga akan lahir Bank Aceh Syariahdalam wajah baru.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman MH langsung diminta melakukan gerakan reformasi dalam tubuh bank tersebut. “Iya dalam waktu sepekan harus dilakukan. Ini memang berat,” kata Nova Iriansyah.
Selanjutnya Nova dalam kesempatan itu juga meminta Dirut PT Pembangunan Aceh (Pema) melahirkan tujuh anak perusahaan. Salah satunya anak perusahaan sektor perikanan yang harus terealisasi dalam satu bulan ke depan.
“PT Pema sekarang dipimpin Bapak Zubir Sahim, mantan kepala BPKS. Saya minta dalam waktu satu bulan dilahirkan tujuh anak perusahaan di tujuh subsektor, salah satunya perikanan,” kata Nova.
Zubir Sahim yang ditemui Serambi menyatakan akan menindaklanjuti permintaan Plt Gubernur itu. “Tentu kita siap. Kita usahakan segera terealisir,” kata Zubir Sahim.
Dialog Ekonomi Pembangunan Aceh Hebat itu menampilkan pembicara Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr Ir Hamman Riza MSc, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng, dan Kapala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Ir Sabri Basyah.
Dialog tersebut dihadiri lebih dari seratus tokoh Aceh, antara lain, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, wakil rakyat Aceh Teuku Riefky Harsya, H Sudirman (Haji Uma), H Fachrul Razi, Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012 Muhammad Nazar, dan lain-lain. Dialogdipandu Nezar Patria, putra Aceh yang kini menjabat Pimpinan Redaksi The Jakarta Post.
Nova dipuji
Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haythar memuji cara Plt Gubernur Nova Iriansyah menyahuti hasil rekomendasi diskusi/seminar. “Selayaknya begitu pemimpin di Aceh, cepat melakukan respons. Jangan ditunda-tunda, sebab kita di Aceh masih banyak persoalan,” kata Malik Mahmud.
Wali Nanggroe juga menyambut baik prakarsa dialog ekonomiyang melibatkan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta. “Ini penting, sebab semua diajak bicara Aceh. Saya juga sering sampaikan saran-saran kepada Pemerintah Aceh,” lanjut Malik Mahmud yang dimintai pandangannya seusai dialog.
Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya memuji langkah cepat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyahuti hasil diskusi. “Kerja cepat, respons cepat. Dengan begitu langsung ada solusi. Begitu semestinya,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Riefky Harsya mengatakan, para wakil rakyat di parlemen juga siap menyahuti hasil rekomendasi yang terkait dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. “Kita siap bekerja sama dan saling bahu-membahu membangun Aceh. Semua potensi kita sinergikan,” ujar Riefky.
Dialog Ekonomi Aceh dalam Forum Aceh Meusapat yang dilaksanakan di Mes Aceh di Jakarta, Minggu kemarin melahirkan tujuh rekomendasi. Rekomendasi ini pula yang dengan cepat direspons Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT. Berikut isi lengkap dari ketujuh rekomendasi tersebut:
1. Forum Aceh Meusapat menjadi agenda reguler Pemerintah Aceh sebagai wadah mendiskusikan gagasan, menampung masukan, dan menghubungkan kepentingan Aceh. Forum Aceh Meusapat dilaksanakan secara periodik oleh BPPA di Jakarta untuk selanjutnya diarahkan terselenggara bergilir di kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh demi menggali potensi dan menyiapkan strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan sesuai kawasan masing-masing.
2. Mendukung Pemerintah Aceh menyiapkan instrumen dan kebijakan strategis untuk optimalisasi pembangunan ekonomiAceh melalui sektor prioritas: Pertanian/perkebunan, perdagangan, perikanan, dan pariwasta sebagai upaya menunjang dan memacu akselerasi 15 program unggulan Pemerintah Aceh.
3. Meminta bank-bank yang beroperasi di Aceh mengalokasikan pembiayaan maksimal pada sektor-sektor ekonomi prioritas, yakni pertanian/perkebunan, perdagangan, perikanan, dan pariwisata Aceh.
4. Mengimbau pengusaha-pengusaha diaspora Aceh untuk aktif berinvestasi, membina, dan mendukung terciptanya lapangan kerja kreatif dan kompetitif di Aceh.
5. Memperkuat sinergi Pemerintah Aceh, dunia usaha/industri, perguruan tinggi, dan media massa dalam implementasi strategi pembangunan ekonomi Aceh Hebat yang berbasis teknologi, data, konektivitas, dan kompetensi sumber daya manusia.
6. Mendorong partisipasi media memberikan informasi mengenai Aceh yang kondusif dan fakta-fakta inspiratif terkait dunia investasi dan pembangunan ekonomi Aceh Hebat.
7. Meminta Pemerintah Aceh untuk membuka Bank Aceh Cabang Jakarta dan mendorong warga Aceh diaspora berpartisipasi dengan membuka rekening dan bertransaksi melalui Bank Aceh Cabang Jakarta. (fik)
SHARE