Tak Lagi Gunakan Plastik, Supermarket di Bali Pakai Daun Pisang untuk Mengemas Sayuran

SHARE


BALI Bintang Supermarket, sebuah ritel yang berada di Ubud dan Seminyak, Bali, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Supermarket tersebut mulai meninggalkan plastik untuk mengemas sayuran dan beralih menggunakan daun pisang.
Pengumuman ini disampaikan Bintang Supermarket melalui fanpage Facebook-nya.
"Kami mulai mengubah kemasan. Secara bertahap kami akan mengurangi penggunaan kemasan plastik, terutama untuk produk segar," informasi yang tertulis pada unggahan Bintang Supermarket.
Sayuran yang dikemas menggunakan daun pisang di antaranya cabai, terung, sawi putih, kacang panjang, sawi hijau, brokoli, dan sebagainya.
Selain sayuran, Bintang Supermarket juga mengganti kemasan plastik pada produk telur asin.
Dalam unggahannya, kemasan telur asin yang tadinya menggunakan plastik diganti menggunakan keranjang mini berbahan bambu.
Mengutip dari Kompas.com, penggunaan daun pisang sudah dilakukan sejak Januari 2019.
"Dari Januari 2019 kami sudah tidak memakai tas keresek untuk ke konsumen dan tidak menjual lagi straw (sedotan), styrofoam, dan tas keresek," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (23/4/2019).
Menurut Agus, pembungkusan memakai daun pisang dinilai paling mudah dan paling efisien dalam penggunaannya.
"Di samping itu, harga daun pisang paling murah dan mudah didapat. Tali pengait juga kami pakai tali bambu karena banyak ada di pasar, khususnya di Bali dan harganya sangat murah," ujar Agus.
Ia juga menyampaikan, ide menggunakan daun pisang dianggap tepat untuk menggantikan bungkus plastik.
Sebelumnya, penggunaan daun pisang sebagai bungkus kemasan sayur juga ramai diperbincangkan netter di Thailand.
Sebuah supermarket di Chiang Mai menggunakan daun pisanguntuk mengemas sayuran yang mereka jual.
Selain Thailand, supermarket di Hanoi, Vietnam juga menempuh revolusi hijau ini.
Lotte Mart Vietnam bahkan membuat kotak penyimpanan yang terbuat dari limbah tebu.
SHARE