Pansus DPRK Temukan Aset Miliaran Rupiah Telantar, Begini Penjelasan Kadis DPMPTSP Abdya

SHARE


BLANGPIDIE - Sejumlah barang milik Balai Latihan Kerja (BLK) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) raib dicuri maling.
Hal tersebut diketahui saat Ketua DPRK Abdya Zaman Akli bersama pansus dan rombongan meninjau BLK dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) dan Meuligoe Bupati Abdya, Jumat (14/6/2019) sore.
Kita sangat kecewa dan prihatin melihat kondisi seperti ini, harusnya aset sangat berharga ini, harus dimanfaatkan bukan terbengkalai dan terlantar seperti ini," ujar Zaman Akli.
Bahkan, Akli mengaku kecewa terhadap dinas terkait tidak merasa sedih dan bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang tersebut.
"Kami meminta pihak kepolisian segera mengusut dan memproses. Ini penting, sehingga ke depan aset-aset seperti ini tidak hilang lagi, karena ini sangat keterlaluan," ungkapnya.
Ia berharap dinas terkait mencari solusi dan segera memanfaatkan peralatan yang dimiliki BLK, yamg selama ini tidak pernah dimanfatkan.
Salah satu comtoh, tambahnya, ada beberapa alat pelatihan seperti, perbaikan AC, mesin membuat abon dan kue, rakit komputer dan alat-alat lainnya
"Jika ini dimanfaatkan, maka para pemuda dan pemudi kita memiliki skil dab ketrampilan. Jika mereka terampil, maka bisa mengurangi angka pengangguran," terangnya.
Menurutnya, alasan Kadis terhadap hilangnya barang BLK itu karena tidak ada penjaga gedung.
"Inu kan ironis sekali, alasan tidak ada penjaga, mereka lebih takut habis uang belasan juta, ketimbang hilang aset miliaran rupiah, itu kan alasan konyol," sebutnya.
Sementara itu, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Transmigrasi (DPMPTSP dan Trans) Abdya, Drs Jasliman mengaku bahwa BLK tersebut tidak berfungsi sejak setahun terkahir.
"Terakhir diadakan pelatihan tahun 2018. Tahun, 2019 belum ada pelatihan," ujar Drs Jasliman.
Ia membenarkan bahwa pada 2019 pihaknya tidak tersedia anggaran untuk penjaga kantor.
"Iya, barang-barang ini hilang, karena memang tidak ada penjaga kantor," katanya.
Ia menyebutkan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Rekrim sudah turun, dan pelakunya sudah DPO," ungkapnya.
Seusai melakukan kunjungan ke BLK, AKN tim pansus juga melakukan kunjungan ke Meuligoe Bupati Abdya yang berada di Desa Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie.(*)
SHARE