Libatkan 3 Ahli Bedah Plastik, Smile Train Aceh dan Pemkab Pijay Operasi 23 Pasien Bibir Sumbing

SHARE


MEUREUDU - Smile Train Wilayah Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Pidie Jaya (Pijay),  Minggu (16/6/2019) melakukan operasi bibir sumbingterhadap 23 warga Aceh dari berbagai kabupaten.
Kegiatan yang melibatkan 3 ahli bedah plastik dan belasan tenaga medis itu dipusatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Pidie Jaya. Kegiatan ini sekaligus momentum memperingati hari Bakti Dokter Indonesia ke-111 sekaligus HUT ke-12 Kabupaten Pijay.
Acara itu dihadiri Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi, Direktur RSU Pijay, Fajriman SpS MSi MEd, Kepala Dinas Kesehatan, Munawar Ibrahim SKM MPh, Koordinator Smile Train Aceh, Rahmad Maulizar dan Ketua Ikatan Dokter Indoensia (IDI) Pijay, dr Andrian Saputra SpB.
Operasi bibir sumbing 23 warga Aceh ini turut melibatkan tiga orang ahli bedah plastik dari provinsi Aceh dan tiga mahasiswa yang dikoordinir Dr H Jailani SpBP-RE (K).
Adapun tenaga medis yang terlibat adalah, dr Andrian Saputra SpB, dr Sysul Rizal SpB RE, dr Mirna Sari Amirsyah SpB RE, dr Emil Mutamil,  dr Mujahiddin, Irwan AMd Kep,  Difa Iskandar SKep,  Rohana S Amd Keb, Nurinda Sati Amd Ak,  Razali,  dan Nasir SKM. 
Wakil Bupati Pijay, Said Mulyadi kepada Serambinews.com mengatakan, bakti sosial ini telah membantu masyarakat dari kalangan kurang mampu. 
"Terutama bagi masyarakat di Pijay, Pidie, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Besar," katanya.



Koordinator Smile Train Wilayah  Aceh, Rahmad Maulizar menyebutkan, pihaknya berkeinginan besar untuk melakukan operasi bibir sumbing gratis ini dengan Pemkab Pijay secara berkelanjutan.
Dari 23 sasaran dalam kegiatan operasi bibir sumbing yang dilakukan mencakup bedah mulai bibir, langit-langit, hingga hidung.
Adapun bayi yang dioperasi bibir sumbing rata-rata berusia 3 bulan yang berasal baik dari Pijay, Pidie, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Besar.
Sementara Direktur RSU Pijay, Fajriman mengatakan saat ini pihaknya terus berbenah dalam menyahuti visitasi tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
"Pada dasarnya RSU Pijay ini tetap terus berupaya maksimal melakukan kerja sama dengan pihak manapun untuk memberikan manfaat besar kepada masyarakat," katanya.(*)
SHARE