Gelombang Mencapai Tiga Meter, Pelayaran Sabang-Banda Aceh Dihentikan

SHARE


BANDA ACEH - Seluruh pelayaran kapal rute Pelabuhan Balohan Sabang - Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dihentikan untuk, Selasa (25/6/2019).
Penyebabnya karena tinggi gelombang di perairan Banda Aceh Sabang mencapai tiga meter.
Sehingga jika dilanjutkan pelayaran maka akan membahayakan untuk keselamatan awak kapal.
Kepala Pelabuhan Ulee Lheue, Sayed Syahrul kepada Serambinews.com mengatakan, setelah ada pengumuman gelombang tinggi yang mencapai tiga meter.
Pihak syahbandar langsung mengeluarkan imbauan supaya pelayaran dihentikan.
Sehingga jadwal kapal cepat pukul 16:00 WIB dan dua jadwal kapal lambat yaitu KMP BRR Pukul 11:00 WIB dan KMP Tanjung Burang pukul 16:00 WIB dihentikan untuk hari ini.
Sebelumnya pada pagi hari sudah sempat diberangkatkan dua kapal yaitu KMP Tanjung Burang pukul 07:30 WIB dan kapal cepat pukul 10:00 WIB.
Menurut Sayed, pada pagi hari gelombang tinggi dan cuaca buruk memang sudah tampak. Namun dua kapal tetap masih memungkin berangkat dari Ulee Lheue.
"Bahkan dua kapal yang berlayar dari Balohan (Sabang) juga tiba dengan lancar di Ulee Lheue, "ujarnya.
Namun setelah pukul 10:00 WIB kondisi cuaca semakin buruk, sehingga semua kapal tidak ada lagi yang berlayar.
Pemberhentian pelayaran itu hanya berlaku untuk hari ini.
Sebelumnya, Kapal cepat Ekspres Bahari 8B yang berlayar dari Pelabuhan Balohan Sabang menuju Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, Selasa (25/6/2019) pagi.
Kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut berkali-kali dihantam oleh gelombang tinggi pada bagian lambung kapal. 
Sehingga goncangan pun sangat terasa oleh penumpang di dalam kapal.

Kapal yang oleng ke kiri dan ke kanan juga cukup dirasakan oleh penumpang.
Sejumlah penumpang pun tampak panik dan tegang, bahkan sebagian penumpang mulai bertakbir dan berzikir di dalam kapal. (*)
SHARE